Menu

Mode Gelap
Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan Jelang Konfercab NU Kraksaan, Nahdliyin Mulai Suarakan Uneg-unegnya Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan Kisah Pilu Guru Honorer di Jember; Tempuh Jarak 13 KM, Wafat Usai Melahirkan Dulu Hanya Makan Sekali Sehari, Kini Siswa SD Ini Bisa Makan Dua Kali Berkat Program MBG Tipu Warga Pakai Identitas Palsu, Pria Asal Lumajang Jadi Tersangka Penipuan Bansos

Pemerintahan · 20 Jun 2025 13:01 WIB

Bupati Lumajang Kritik Selokambang Tetap Kotor


					Bupati Lumajang menyampaikan kondisi Selokambang yang masih kotor (Foto: Asmadi). Perbesar

Bupati Lumajang menyampaikan kondisi Selokambang yang masih kotor (Foto: Asmadi).

Lumajang, – Bupati Lumajang, Indah Amperawati tengah gencar mengusung strategi branding pariwisata yang menyeluruh. Kritik terbuka itu diharapkan dapat mengangkat potensi wisata daerah secara merata, baik yang dikelola pemerintah, swasta, maupun komunitas.

Bupati Lumajang yang akrab disapa Bunda Indah itu menegaskan, acara-acara formal pemerintah akan dilakukan secara bergantian di berbagai destinasi wisata.  Termasuk di tempat yang dikelola swasta dan masyarakat.

“Untuk selanjutnya, acara-acara formal begini kita lakukan bergantian di tempat-tempat wisata,” kata bupati, Jumat (20/6/25).

Langkah ini memang patut diapresiasi sebagai upaya memperluas exposure destinasi wisata. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kondisi beberapa objek wisata seperti, Pemandian Selokambang masih jauh dari kata siap.

Dalam kunjungannya ke Selokambang, Bupati Indah sendiri mengakui, kondisi kolam yang ‘pancet kotor sekali’ dan belum terawat dengan baik.

Ini menjadi ironi besar, mengingat lokasi tersebut dipilih sebagai tempat penyerahan SK pengangkatan PPPK Tahap 1 Formasi Tahun 2024. Bagaimana mungkin sebuah destinasi yang menjadi simbol pariwisata daerah dipilih sebagai lokasi acara resmi, padahal kebersihan dan pengelolaannya masih dalam kondisi kotor.

Di samping itu, Bunda Indah terus berupaya untuk mengembangkan sektor pariwisata daerah melalui strategi branding yang menyeluruh.

Tidak hanya berfokus pada aset wisata milik pemerintah, namun juga membuka ruang bagi destinasi wisata swasta dan komunitas untuk turut diperkenalkan dan dikembangkan.

“Tempat wisata tidak hanya yang aset pemerintah, tempat wisata yang lain pun kita akan tempati. Kita akan kunjungi untuk diperkenalkan, kita akan terus branding soal wisata Lumajang,” jelasnya. (*)

 


Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Keyra


 

Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan

29 Agustus 2025 - 20:51 WIB

Dongkrak Produksi Pangan, Pemkab Jember Siapkan Pembangunan Irigasi Seluas 78 Hektare

29 Agustus 2025 - 13:52 WIB

Tiga Nama Muncul sebagai Calon PJ Sekda Kota Probolinggo, Siapa Saja?

28 Agustus 2025 - 21:06 WIB

BP Haji Bertransformasi jadi Kementerian, Kemenag Jember Sebut Minim Informasi

28 Agustus 2025 - 20:40 WIB

Demi Jalan Tembus GOR A. Yani, Pemkot dan Pemkab Probolinggo Sepakat Pinjam Pakai Aset

27 Agustus 2025 - 18:48 WIB

Pemkot Probolinggo Usulkan 1.877 Honorer jadi PPPK Paruh Waktu, Tunggu Restu Kemenpan RB

27 Agustus 2025 - 14:34 WIB

Bunda Indah Ingatkan ASN Lumajang untuk Adaptif Hadapi Era Digital

26 Agustus 2025 - 16:51 WIB

Polemik Alihfungsi Gedung Kesenian, Wali Kota Probolinggo Terbuka Dialog dengan Pelaku Seni

26 Agustus 2025 - 07:44 WIB

LSM Diduga Peras Kades di Lumajang, Bupati Tidak Akan Ditoleransi

25 Agustus 2025 - 17:53 WIB

Trending di Pemerintahan