Menu

Mode Gelap
Bikin Geger! Ular Piton 3 Meter Masuk ke Rumah Warga di Mayangan Kasus Campak Melonjak di Jember, Pencegahan Terhambat Imunisasi Dongkrak Produksi Pangan, Pemkab Jember Siapkan Pembangunan Irigasi Seluas 78 Hektare Tiga Truk Kayu Lolos dari Hutan, Ilegal Logging Diduga Sudah Berulang Kebakaran Landa Pasar Baru Pandaan, Puluhan Lapak Terbakar Perbaikan Tuntas, Jalur Krucil – Tambelang Probolinggo Kini Mulus

Advertorial · 16 Sep 2024 13:01 WIB

Sambut Hari Tani Nasional, Petani Lumajang Jalan Sehat


					Calon Bupati Lumajang mengikuti rangkaian jalan sehat yang diikuti masyarakat Kecamatan Pasrujambe. Perbesar

Calon Bupati Lumajang mengikuti rangkaian jalan sehat yang diikuti masyarakat Kecamatan Pasrujambe.

Lumajang, – Menyambut Hari Tani Nasional pada 24 September 2024, para petani di Dusun Pasarepan, Desa/Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, menggelar acara jalan santai dan silaturahim petani,  Senin (16/9/2024).

Hadir dalam acara tersebut, Harianto, Ketua Poktan Kecamatan Pasrujambe, Sri Sundari Sekretaris, Zainul Arifin Ketua PPL Desa Pasrujambe, dan Calon Bupati Lumajang Indah Amperawati.

Harianto mengatakan, sebanyak 25 hektare lahan milik petani di Desa Pasrujambe ditanami ubi jalar madu. Dikatakan dari lahan satu hektare saja, hasil panen bisa mencapai 25 ton.

Meski terdapat pengurangan jumlah permintaan yang bisa dipenuhi tahun ini, potensinya tentu terbilang sangat besar.

“Pada tahun lalu, penjualan dalam satu bulannya mencapai 150 ton, tapi untuk sekarang hanya 80 ton saja atau hampir 60 persen yang mampu dipenuhi,” katanya.

Ubi jalar madu asli lereng Gunung Semeru banyak diminati. Bahkan, penjualannya sampai ke mancanegara.

“Setiap bulannya kami melayani pembeli dari Jatim, Bandung, Jakarta, bahkan dari mancanegara seperti, Malaysia, Jepang, Korea, dan Thailand,” ungkapnya.

Sementara itu, Zainul Arifin menambahkan, ke depan petani ubi jalar madu akan lebih inovatif untuk mengolahnya.

“Kami selaku PPL di Desa Pasrujambe akan membantu petani ubi jalar madu untuk meningkatkan pendapatannya Rp40 juta per hektare per musim (150 hari) dari produksi sebanyak 20 ton ke depan potensi olahan ubi madu,” ujarnya.

“Dan akan ditingkatkan lagi, agar menggairahkan para pelaku Usaha Kecil Menengah Mikro (UMKM), sehingga perputaran ekonomi dapat ditingkatkan ke depannya,” ujarnya.

Sementara, Calon Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, peringatan Hari Tani Nasional merupakan momentum untuk mengkonsolidasi secara emosional bagi para petani.

Bahkan, kemajuan Lumajang sangat ditentukan oleh akselerasi pertanian yang mampu dioptimalkan untuk lebih kuat karena hal ini turut menandai kekuatan sebuah daerah.

“Kabupaten Lumajang merupakan daerah agraris dengan sumber daya alam yang melimpah mulai dari pantai, dataran rendah maupun dataran tinggi yang bisa menjadi resource yang bisa dimanfaatkan oleh petani Lumajang,” jelasnya.

Dalam acara tersebut terdapat 17 catatan apresiasi petani terhadap Calon Bupati dan Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati dan Yudha Adji Kusuma. Ke-17 apresiasi tersebut:

1. Mewujudkan pertanian Lumajang yang berkelanjutan.

2. Pendataan petani lengkap dengan potensi panen.

3. Mewujudkan peraturan pola tanam dan tata tanam untuk menjaga ketersediaan panen yang tepat.

4. Menciptakan akses pasar yang mudah bagi petani.

5. Menjamin ketersediaan pupuk subsidi tepat sasaran.

6. Mendorong pertanian yang ramah lingkungan berikut akses pasar saat panen.

7. Menjamin bantuan pemerintah pada petani agar tepat sasaran.

8. Memfasilitasi kemitraan petani dengan pihak swasta dengan prinsip saling menentukan.

9. Menciptakan tata kelola irigasi yang baik sehingga tidak terjadi kekeringan.

10. Mewujudkan rumah kemasan bagi produk pertanian Lumajang.

11. Memastikan dana desa untuk ketahanan pangan diarahkan untuk peningkatan SDM petani.

12. Menambah anggaran di DKPP untuk mendorong digitalisasi pertanian berbasis pasar.

13. Memperkuat kelembagaan kelompok tani

14. Menjadikan PPL sebagai sahabat petani.

15. Membuat forum komunikasi petani dengan dinas terkait.

16. Perlindungan asuransi gagal panen lewat AUPT dan Jaminan asuransi Ternak lewat AUTS.

17. Menjamin buruh tani masuk data DTKS sehingga mendapatkan jaminan sosial yang layak.


Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Keyra


Artikel ini telah dibaca 166 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Rokok Ilegal jadi Ancaman Serius Pembangunan Daerah, Bea Cukai Probolinggo Gencarkan Sosialisasi

26 Agustus 2025 - 15:15 WIB

Ada Festival Si Tepat di Kabupaten Probolinggo, Ada Pojok Rekrutmen hingga Bazar

18 Agustus 2025 - 14:26 WIB

Semipro 2025 Tuntas Digelar, Dorong Peningkatan Ekonomi Daerah

8 Juli 2025 - 09:27 WIB

Masuk KEN 2025, Lumajang Dapat Suntikan Dana Even dari Kemenparekraf

29 Juni 2025 - 20:37 WIB

Segoro Topeng Kaliwungu Masuk Karisma Event Nusantara 2025, Wakil Menteri Pariwisata Beri Apresiasi Tinggi

29 Juni 2025 - 20:15 WIB

Persempit Peredaran Rokok Ilegal di Probolinggo, Bea Cukai Masifkan Sosialisasi lewat Radio

26 Juni 2025 - 19:56 WIB

Ketidaksesuaian Data LTT dan Serapan Pupuk Ancam Program Swasembada Pangan di Lumajang

23 Mei 2025 - 20:01 WIB

Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan

5 April 2025 - 18:04 WIB

Cegah Curanmor dan Curwan, Bupati Lumajang Akan Pasang PJU di Wilayah Utara

3 April 2025 - 12:47 WIB

Trending di Advertorial