Menu

Mode Gelap
Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan Jelang Konfercab NU Kraksaan, Nahdliyin Mulai Suarakan Uneg-unegnya Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan Kisah Pilu Guru Honorer di Jember; Tempuh Jarak 13 KM, Wafat Usai Melahirkan Dulu Hanya Makan Sekali Sehari, Kini Siswa SD Ini Bisa Makan Dua Kali Berkat Program MBG Tipu Warga Pakai Identitas Palsu, Pria Asal Lumajang Jadi Tersangka Penipuan Bansos

Budaya · 26 Feb 2021 09:24 WIB

Bongkahan Batu di Sapikerep Bromo Dipercaya Situs Peninggalan Kerajaan Singosari, Benarkah?


					Bongkahan Batu di Sapikerep Bromo Dipercaya Situs Peninggalan Kerajaan Singosari, Benarkah? Perbesar

SUKAPURA-PANTURA7.com, Sebuah situs purbakala ditemukan di kebun stroberi Dusun Randuagung, Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Situs itu disebut-sebut sebagai peninggalan Kerajaan Singosari.

Situs yang ditemukan dalam galian itu berupa tumpukan batu memanjang. Pada salah satu ujungnya, rakitan batu memanjang menyerupai huruf X, yang diduga sebagai tempat pembakaran mayat pada jaman kerajaan.

Pemerhati sejarah tengger Siswo Winardi memprediksi, situs itu dimanfaatkan warga Tengger Hindu saat masa kejayaan kerajaan Singosari, sekitar tahun 1222 Masehi. Temuan itu, sekaligus menambah koleksi peninggalan benda purbakala lainnya, berupa sebuah prasasti pada 2010 lalu.

“Prasasti itu seperti menunjukkan bahwa di Desa Sapikerep ini terdapat sebuah kadipaten atau pusat pemerintahan,” kata Siswo kepada wartawan, Jum’at (26/2/2021).

BONGKAHAN BATU : Temuan bongkahan batu yang diduga peninggalan kerajaan Singosari. (Foto : Hafiz Rohani).

Saat pertama kali ditemukan, warga juga menemukan tumpukan abu, yang didapati dalam bongkahan batu. Batu yang diduga hasil kremasi jasad itu, kini disimpan oleh pemerintah desa.

“Abu yang ditemukan disela-sela bongkahan batu memperkuat dugaan bahwa situs itu merupakan tempat pembakaran mayat jaman dahulu,” ujarnya menduga-duga.

Ia memprediksi, masih banyak situs-situs bersejarah di sekitar Desa Sapikerep yang masih terpendam dan belum terkuak keberadaannya. Dengan banyaknya situs, Siswo berharap kawasan itu bisa menjadi wisata sejarah.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Sapikerep Suwandi menyebut, penemuan bongkahan batu itu berawal saat warga melakukan penggalian tanah untuk aset Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), Sabtu (20/2/2021) lalu.

“Tiba-tiba, alat galian menyentuh benda keras, setelah digali lebih dalam ternyata bongkahan batu menyerupai situs. Saya yakin batu-batu benda purbakala,” kata Suwandi.

Temuan itu, menurut Suwandi, sudah dilaporkan ke Pemkab Probolinggo melalui Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan. Untuk sementara, lokasi temuan disterilisasi agar tidak dijamah warga.

“Jadi untuk sementara sembari menunggu penelitian lebih lanjut, area situs kita tutup biar tidak dirusak atau dimasuki warga. Kalau wisata stroberinya ya tetap dibuka,” tandas Suwandi. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Terinspirasi Pejuang Kemerdekaan, Peserta Tajemtra Berusia 70 Tahun ini Tuntaskan Rute 30 KM

24 Agustus 2025 - 08:33 WIB

15 Ribu Peserta Semarakkan Tajemtra 2025, Termasuk WNA China

24 Agustus 2025 - 02:02 WIB

Tajemtra 2025 Siap Digelar, 15.171 Peserta Terdaftar

22 Agustus 2025 - 19:22 WIB

Dorong Wisatawan Kenali Budaya Tengger, Bupati Gus Haris Siapkan Kalender Even di Bromo

9 Agustus 2025 - 20:51 WIB

Hari Raya Karo, 3 Desa Lereng Bromo Probolinggo Gelar Ritual Tari Sodoran

9 Agustus 2025 - 18:19 WIB

Wisatawan Mancanegara Ramaikan Tradisi Jolen di Lereng Gunung Semeru

28 Juli 2025 - 19:28 WIB

Tradisi Ujung dan Ujub, Upaya Menolak Bala di Desa Kandangan

28 Juli 2025 - 18:00 WIB

Dari Tumpeng hingga Sayuran, Warga Berebut Isi Jolen Penuh Kegembiraan

28 Juli 2025 - 14:24 WIB

Ada Nilai Filosofis Calon Arang dalam Pementasan Seni Menyuarakan Dharma

21 Juli 2025 - 09:26 WIB

Trending di Budaya