Lumajang, – Seorang perempuan difabel berinisial Ila (21) di Dusun Dringu, Desa Kedawung, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang diduga menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh tetangganya sendiri.

Korban kini diketahui tengah mengandung sekitar 14 minggu atau tiga setengah bulan. Ia mengalami penurunan kondisi fisik yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Kuasa hukum korban, Hisbullah Huda mengatakan, peristiwa dugaan kekerasan seksual itu terjadi di rumah korban. Pelaku disebut berinisial A yang masih berstatus tetangga korban.

“Peristiwa itu terjadi di rumah korban sendiri,” kata Hisbullah, Senin (13/4/2026).

Di antara kejadian yang dialami korban, kata Hisbullah, pada siang hari, suatu ketika sekitar pukul 13.00 WIB, ia mengalami kekerasan seksual. . Korban diduga tidak dapat melakukan perlawanan karena dibekap dan diikat.

“Pada kejadian itu korban sempat diikat dan dibekap,” ujarnya.

Ia menyebut dugaan peristiwa itu tidak hanya terjadi satu kali. Korban merupakan penyandang disabilitas dengan riwayat epilepsi atau ayan. Sehingga keterangan yang disampaikan tidak selalu dapat diuraikan secara runtut.

“Korban penyandang epilepsi, jadi penyampaiannya tidak begitu lancar,” katanya.

Menurutnya, Ila saat ini tinggal bersama ibunya yang juga memiliki riwayat penyakit serupa. Kondisi tersebut membuat kehidupan sehari-hari korban berada dalam keterbatasan, termasuk dalam hal pengawasan dan pemenuhan kebutuhan dasar.

“Keluarga, juga tidak langsung mengetahui peristiwa yang dialami korban hingga muncul sejumlah gejala kesehatan yang tidak biasa,” ungkapnya.

Dugaan kehamilan korban pertama kali terungkap setelah Ila kerap mengalami muntah-muntah setiap kali mengonsumsi makanan dan minuman.

Kondisi itu berlangsung dalam beberapa waktu hingga membuat keluarga memutuskan membawa korban untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Dari hasil pemeriksaan awal, tenaga kesehatan menemukan hasil tes kehamilan menunjukkan dua garis atau positif. Temuan itu kemudian diperkuat dengan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan setempat.

“Dari hasil pemeriksaan dokter, usia kandungan sekitar 14 minggu,” kata Hisbullah.

Selain kehamilan, kondisi fisik Ila juga dilaporkan mengalami penurunan signifikan. Dalam kurang lebih dua bulan terakhir, korban disebut sulit mengonsumsi makanan dan minuman karena selalu mengalami muntah setelah makan.

Akibatnya, asupan nutrisi korban tidak terpenuhi secara normal, sehingga tubuhnya terus melemah. Sebelumnya, menurut kuasa hukum, kondisi fisik korban masih relatif lebih baik meski sudah terlihat berjalan dengan tertatih.

“Dua bulan lalu masih agak berisi, sekarang semakin lemah karena tidak bisa makan. Makan minum langsung muntah,” katanya.

“Dalam beberapa waktu terakhir korban juga semakin sulit untuk berjalan karena kondisi tubuh yang melemah seiring tidak adanya asupan makanan yang memadai,” ucapnya.

Hisbullah menyebut, dugaan kekerasan seksual terhadap korban tidak hanya terjadi satu kali. “Namun, detail peristiwa masih terus didalami karena keterbatasan komunikasi korban serta kondisi kesehatannya,” jelasnya.

Kasus ini kini juga telah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Laporan masuk melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Resor Polres Lumajang.

Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto mengatakan, laporan tersebut telah diterima dan saat ini dalam tahap penanganan awal sebelum dilimpahkan ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim).

“Laporan sudah kami terima melalui SPKT, selanjutnya akan ditangani oleh unit Reskrim,” ujarnya. (*)

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.