Lumajang, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang mulai bersiap menghadapi musim kemarau panjang yang diperkirakan datang dalam waktu dekat. Ancaman kekeringan dan kebakaran hutan menjadi dua fokus utama yang diantisipasi sejak dini.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati mengatakan, musim kemarau tahun ini diprediksi mulai berlangsung pada Mei. Adapun puncak kekeringan diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September, merujuk pada prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“Kalau tidak salah mulai Mei. Puncaknya di Agustus dan September. Jadi kita harus bersiap-siap,” kata Indah, Rabu (8/4/2026).
Menurut dia, kawasan lereng Gunung Semeru menjadi wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus. “Pada musim kemarau, kawasan tersebut rawan mengalami kebakaran hutan, terutama saat vegetasi mengering dan sumber air menipis,” ungkapnya.
Selain ancaman kebakaran, persoalan ketersediaan air bersih menjadi persoalan di Kabupaten Lumajang. Sejumlah wilayah di Lumajang selama ini kerap mengalami kesulitan air saat musim kemarau.
Untuk itu, pemerintah daerah menyiapkan langkah penanganan melalui pembangunan jaringan perpipaan air bersih.
“Anggaran yang disiapkan mencapai Rp50 miliar,” katanya.
Proyek ini akan memanfaatkan sumber mata air Mrutu sebagai suplai utama. “Pada tahap awal, jaringan akan difokuskan untuk melayani wilayah Kecamatan Kedungjajang dan sekitarnya, yang termasuk daerah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap krisis air,” jelasnya.
Indah memastikan, proses persiapan proyek telah memasuki tahap akhir. Pemerintah daerah telah menuntaskan pembebasan lahan untuk pembangunan reservoir di tiga lokasi.
“Sekarang tinggal proses lelang. Insyaallah tahun ini mulai dibangun,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan jaringan perpipaan tidak berhenti pada tahap awal. Pihaknya telah merancang pengembangan lanjutan ke wilayah Klakah dan Ranuyoso.
“Namun, realisasinya akan dilakukan secara bertahap pada tahun berikutnya,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, lanjut bupati, Lumajang turut menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum. Dukungan pemerintah pusat, terutama untuk memastikan keberlanjutan anggaran dan kelancaran pembangunan infrastruktur air bersih tersebut.
Maka dari itu, bupati berharap tidak ada pengurangan anggaran dari pemerintah pusat sehingga proyek dapat berjalan sesuai rencana.
“Mudah-mudahan anggarannya tidak dikurangi,” pungkasnya. (*)













