Lumajang, – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Selasa (7/4/2026) pukul 17.30 WIB.
Petugas PPGA Semeru, Liswanto menyampaikan melalui keterangan tertulis bahwa kolom abu teramati setinggi 2.000 meter di atas puncak 5.676 mdpl,1 berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur laut dan timur. Aktivitas ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 27 mm dan durasi 7 menit 23 detik.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan erupsi kali ini berupa Awan Panas Guguran (APG) yang meluncur sejauh 4,5 kilometer dari kawah menuju Besuk Kobokan.
“Terjadi APG dengan jarak luncur 4,5 kilometer mengarah ke Besuk Kobokan. Luncuran awan panas berhenti pada pukul 19.00 WIB. Saat ini tidak ada dampak langsung terhadap warga,” katanya.
Meski demikian, Isnugroho mengingatkan, masyarakat untuk tetap waspada.
“Material vulkanik berupa pasir dan batu yang menumpuk di lereng Gunung Semeru berpotensi terbawa hujan deras menjadi banjir lahar. Warga di sekitar aliran sungai yang berhulu di Semeru harus tetap waspada,” ujarnya.
Saat ini Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga). PPGA Semeru memberikan sejumlah rekomendasi keselamatan:
Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak. Di luar jarak tersebut, masyarakat diminta menjaga jarak minimal 500 meter dari tepi sungai karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 km dari puncak.
Tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar. Waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah berhulu di puncak Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak sungai yang berhulu dari Besuk Kobokan.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati meminta, agar warga tetap tenang.
“Jarak luncurnya masih dalam radius aman. Warga sudah mengetahui langkah-langkah keselamatan yang harus dilakukan. Harapannya, tidak ada hujan deras yang dapat memicu banjir lahar,” kata Indah. (*)













