Lumajang, – Peristiwa nahas menimpa seorang pelajar SMP asal Kabupaten Lumajang, Vardan Afgani (15), yang dilaporkan hilang setelah terseret arus di Muara Sungai Bondoyudo, perbatasan Lumajang-Jember. Hingga Rabu (1/4/2026), atau hari keempat pencarian, korban masih belum ditemukan.

Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (28/3/2026) sore saat korban tengah berlibur bersama keluarga dalam suasana Hari Raya Idul Fitri. Diduga, korban terpeleset ketika berada di area muara yang saat itu sedang pasang.

Kondisi tersebut menyebabkan arus menjadi lebih kuat dan berbahaya. Terlebih, lokasi muara dikenal memiliki karakter arus yang dinamis akibat pertemuan aliran sungai dan gelombang laut, yang kerap menimbulkan tarikan arus cukup kuat.

Sejak laporan diterima, tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Lumajang, Basarnas Banyuwangi, serta relawan langsung melakukan pencarian intensif. Penyisiran dilakukan melalui jalur darat dan laut dengan membagi beberapa titik pencarian.

Tim menggunakan perahu polytelin untuk menyisir area sekitar lokasi kejadian, sementara perahu LCR dikerahkan untuk menyisir perairan lebih luas, mulai dari Pantai Tanjungsari hingga ke arah barat menuju kawasan Nusa Barong, Jember.

Meski upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal, hingga kini korban belum ditemukan. Operasi SAR akan terus dilanjutkan sesuai prosedur yang berlaku.

Di sisi lain, keluarga korban masih bertahan di sekitar lokasi kejadian dengan harapan besar agar Vardan segera ditemukan.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho menjelaskan, peristiwa ini terjadi saat korban tengah menikmati momen libur bersama keluarga.

“Korban saat itu sedang berlibur bersama keluarga di momen Hari Raya. Diduga terpeleset di area muara yang sedang pasang, sehingga terbawa arus,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa proses pencarian dilakukan secara maksimal dengan membagi tim di sejumlah titik strategis.

“Pencarian kami lakukan melalui jalur darat dan laut. Tim sudah menyisir dari area muara hingga ke perairan laut lepas, termasuk ke arah Nusa Barong,” ungkapnya.

Menurutnya, operasi SAR akan terus dilakukan sesuai standar prosedur yang berlaku.

“Sesuai SOP, pencarian dilakukan selama tujuh hari dan bisa diperpanjang jika diperlukan. Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin,” tegasnya.

Isnugroho juga mengungkapkan, adanya berbagai kemungkinan terkait keberadaan korban.

“Ada kemungkinan korban terbawa arus cukup jauh. Namun kami juga mempertimbangkan faktor lain di lokasi, meski itu masih belum bisa dipastikan,” pungkasnya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.