Probolinggo,— Kerusakan infrastruktur jalan di sepanjang Jalan RA Kartini Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, kian memprihatinkan. Padahal jalur ini merupakan akses utama warga, terutama menuju Pasar Semampir.

Lubang-lubang yang tersebar di sejumlah titik tidak hanya menghambat arus lalu lintas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalulintas.

Arus kendaraan roda dua maupun roda empat tampak melambat saat melintasi ruas jalan di Kelurahan Patokan dan Desa Bulu, Kecamatan Kraksaan.

Lubang-lubang yang tersebar di sejumlah titik memaksa pengendara menurunkan kecepatan, bahkan harus bermanuver untuk menghindari kerusakan yang cukup dalam.

Pantauan di lokasi, kondisi jalan menunjukkan kerusakan yang bervariasi, mulai dari lubang dangkal hingga cukup dalam. Selain itu, di sejumlah titik badan jalan terlihat bergelombang.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Probolinggo, Mochammad Al Fatih mengungkapkan bahwa Jalan RA Kartini tidak tercatat dalam rencana rehabilitasi maupun rekonstruksi jalan pada tahun anggaran 2026.

“Jalan RA Kartini saya cek di data tidak masuk di rencana rehab atau rekonstruksi jalan di TA 2026,” ujar Al Fatih saat dikonfirmasi melalui pesan pribadi WhatsApp (WA), Selasa (31/3/26).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa langkah perbaikan cepat tetap memungkinkan dilakukan melalui skema penanganan insidentil.

“Di Kabupaten Probolinggo, perbaikan ringan insidentil bisa dilakukan cepat dengan truk tambal sulam menggunakan aspal basah,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, penentuan titik perbaikan jalan dilakukan secara berjenjang melalui musyawarah perencanaan pembangunan, mulai dari tingkat desa (musrenbangdes), kecamatan (musrenbangcam), hingga kabupaten.

Menurutnya, seluruh akses penghubung memiliki tingkat kepentingan yang sama bagi masyarakat. “Akses penghubung semuanya vital, tidak ada yang lebih atau kurang vital,” tegasnya.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, Komisi III DPRD Kabupaten Probolinggo, klaimnya, terus mengawal pembangunan infrastruktur jalan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Kita kawal, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan,” tutur wakil rakyat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Hingga berita ini ditulis, Selasa (31/3/26) sekitar pukul 06.00 WIB, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo, belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi Jalan RA Kartini.

Upaya konfirmasi telah dilakukan sejak Sabtu (28/3/26) kepada Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, Henky Cahyo Saputra via WA. Namun meski pesan telah diterima dan dibaca, Henky tidak memberikan respons. (*)

Editor: Mohammad S

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.