Lumajang,- Ditengah meningkatnya kebutuhan masyarakat saat Idul fitri 1447 H, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memastikan bahwa ketersediaan LPG 3 kilogram (Kg) tetap dalam kondisi aman.
Fenomea menghilangnya LPG 3Kg atau gas melon, dipastikan bukan karena disebabkan oleh terbatasnya stok, melainkan karena lonjakan konsumsi secara bersamaan.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, usai melakukan peninjauan distribusi LPG di sejumlah Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), Senin (23/3/26).
“Dari hasil pengecekan di pasaran dan SPBE, pasokan LPG tiga kilogram terpantau stabil dan terkendali,” kata Bupati Indah.
Menurutnya, peningkatan kebutuhan LPG merupakan hal yang wajar setiap menjelang dan saat Idulfitri. Tradisi masyarakat seperti memasak dalam jumlah besar, menggelar selamatan, serta menjamu tamu menjadi faktor utama meningkatnya konsumsi energi rumah tangga.
“Memang terjadi peningkatan konsumsi di tengah masyarakat, terutama karena tradisi selamatan dan aktivitas memasak yang lebih intens saat menyambut Hari Raya Idul Fitri,” jelasnya.
“Banyak keluarga yang menerima kunjungan sanak saudara sehingga kebutuhan LPG meningkat. Namun demikian, kami pastikan stok LPG 3 kilogram di Kabupaten Lumajang dalam kondisi aman,” ia menambahkan.
Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu mengatakan, kondisi yang dirasakan sebagian masyarakat bukanlah kelangkaan distribusi, melainkan dampak dari tingginya penggunaan dalam waktu bersamaan di berbagai wilayah.
Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Ia menekankan bahwa perilaku ‘panic buying’ justru berpotensi mengganggu kelancaran distribusi LPG di lapangan.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebih. Hindari penimbunan, baik di tingkat agen, pangkalan, maupun pengecer, agar distribusi LPG tetap merata dan dapat dirasakan seluruh masyarakat,” wantinya. (*)













