Jember,- Pengamanan perjalanan mudik Lebaran menggunakan kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Jember diperketat.
Sebanyak 218 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan 33 stasiun serta sejumlah jalur rel kereta api, guna memastikan perjalanan pemudik berlangsung aman dan lancar.
Ratusan personel tersebut disiapkan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026.
Pengamanan melibatkan unsur internal KAI serta dukungan aparat kewilayahan dari TNI dan Polri.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan perjalanan kereta api selama masa Angkutan Lebaran.
“Selama masa Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 9 Jember menempatkan personel pengamanan secara optimal di berbagai titik pelayanan dan operasional. Hal ini untuk memastikan keamanan penumpang, kelancaran perjalanan kereta api, serta menjaga aset perusahaan,” ujarnya, Senin (16/3/36).
Dari total 218 persomnel, sebanyak 180 orang merupakan pengamanan internal yang terdiri dari 19 pejabat pengamanan, 40 personel Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), serta 121 petugas keamanan.
Sementara itu, 38 personel lainnya berasal dari unsur eksternal yang melibatkan 30 anggota kepolisian dari jajaran Polsek dan 8 personel TNI dari Koramil.
Sebagian besar personel ditempatkan di stasiun. Sebanyak 134 petugas disiagakan untuk pengamanan stasioner di 33 stasiun yang berada di wilayah Daop 9 Jember.
Selain itu, 22 personel ditugaskan melakukan pengamanan di sepanjang jalur rel untuk mengantisipasi potensi gangguan perjalanan kereta.
Pengamanan juga dilakukan di sejumlah objek vital perkeretaapian. Sebanyak 13 personel disiagakan di belasan lokasi berbeda.
Titik-titik penempatan ersonel seperti Kantor Daop 9 Jember, Depo Lokomotif Jember, Depo Kereta Ketapang, Museum Stasiun Bondowoso, serta Balai Pengobatan Jember.
KAI juga menugaskan 28 personel dalam pengamanan perjalanan kereta api (Pamka), delapan personel sebagai penyelia pengamanan yang melakukan pengawasan di lapangan.
“Serta 11 personel yang berjaga di posko pengamanan di sejumlah titik strategis,” ucap Cahyo.
Ia menambahkan, pengamanan juga difokuskan pada beberapa titik jalur yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tertentu.
Penempatan personel dibagi dalam beberapa wilayah pengamanan agar pengawasan berjalan lebih efektif.
Selain itu, KAI Daop 9 Jember juga memperkuat koordinasi dengan aparat kepolisian dan TNI guna menciptakan situasi yang kondusif selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
“Kami berharap dengan sinergi ini masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik menggunakan kereta api dengan rasa aman dan nyaman,” tambahnya.
KAI Daop 9 Jember juga mengimbau para pelanggan untuk turut menjaga ketertiban selama berada di area stasiun maupun selama perjalanan.
“Jika menemukan hal yang mencurigakan, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada petugas,” Cahyo memungkasi. (*)












