Probolinggo,– Kondisi jembatan yang miring dan melengkung di Desa Sumberkatimoho, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, bak momok bagi warga setempat. Jembatan nyaris roboh akibat diterjang banjir beberapa waktu lalu.
Infrastruktur jembatan selama ini menjadi akses utama warga Desa Sumberkatimoho menuju Desa Karangren dan Kedungcaluk untuk berbagai aktivitas sehari-hari. Jembatan menjadi urat nadi masyarakat yang hendak berdagang, hingga mengangkut hasil pertanian.
Akibat kerusakan tersebut, warga kini terpaksa memutar melalui jalur alternatif yang melewati dua desa, yakni Karangren dan Krejengan. Perjalanan yang biasanya dapat ditempuh sekitar lima menit kini harus memakan waktu hingga sekitar 30 menit.
Meski demikian, sebagian warga masih nekat melintasi jembatan tersebut dengan berjalan kaki karena dianggap lebih cepat. Kondisi ini dinilai sangat berisiko, mengingat struktur jembatan yang sudah miring dan retak berpotensi roboh sewaktu-waktu.
Salah satu pengguna jalan, Abu Bakar, mangaku merasa tidak aman setiap kali ia melewatinya. Namun ia tak punya cara lain selain tetap melintas karena ingin lekas sampai ke seberang.
“Roboh sudah, harus diperbaiki ini,” ujar warga Dusun Kasengan, Desa Sumberkatimoho ini.
Keluhan serupa disampaikan Zaini, yang saat itu hendak mengantar istrinya, Susnia, untuk berobat. Ia mengaku terpaksa menitipkan sepeda motornya di Desa Karangren karena tidak berani melintasi jembatan yang rusak.
“Terganggu sekali. Saya sampai titip sepeda di Karangren. Harapannya segera selesai diperbaiki, kasihan orang-orang yang lewat harus kembali lagi,” asa Zaini.
Menurutnya, kondisi tersebut juga menyulitkan warga yang hendak berobat maupun menjalankan aktivitas ekonomi. Bahkan, warga yang hendak menuju rumah sakit terpaksa memutar jauh atau kembali karena tidak dapat melintasi jembatan tersebut.
Ia berharap pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo, segera melakukan langkah konkret dengan memperbaiki jembatan. “Agar aktivitas masyarakat kembali normal,” sampainya.
Sementara itu, Camat Krejengan, Andi Wiroso, mengatakan, pihaknya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo telah melakukan pendataan kondisi jembatan.
“Ini kemarin sudah didata bersama BPBD dan PUPR. Insya-Allah sudah ditindaklanjuti dengan survei,” beber Andi.
Namun ketika ditanya mengenai waktu pelaksanaan perbaikan, ia menyarankan agar konfirmasi lebih lanjut disampaikan langsung kepada Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo.
“Nah yang lebih paham ini ya Pak Kepala Dinas PUPR (Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.
Hingga berita ini ditulis sekitar pukul 12.00 WIB, upaya konfirmasi via WhatsApp kepada Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, Hengky Cahyo Saputro, telah dilakukan.
Namun yang dikirimkan jurnalis media ini masih sebatas dibaca. Tanggapan resmi dari dinas belum diterima. (*)












