Jember,- Pengelola Terminal Tipe A Tawang Alun Jember memperketat pemeriksaan kelayakan kendaraan (ram check) menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh armada bus yang melayani penumpang berada dalam kondisi aman dan laik jalan.
Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Tawang Alun Jember, Pujiono, mengatakan, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi kondisi fisik kendaraan maupun kelengkapan administrasi.
“Ram check kami lakukan lebih intensif, baik dari fisik kendaraan maupun administrasinya. Pemeriksaan ini berlaku untuk bus AKDP, AKAP, termasuk bus pariwisata,” ujarnya.
Menurutnya, pengawasan terhadap bus pariwisata juga menjadi bagian dari tanggung jawab terminal di bawah Kementerian Perhubungan.
Sejumlah perusahaan otobus telah menjalani pemeriksaan, di antaranya Bus IN 88, Megah, Muhammadiyah, AGB, serta beberapa armada lainnya yang beroperasi di wilayah Jember.
Dalam kondisi normal, sekitar 200 armada bus beroperasi setiap hari di Terminal Tawang Alun Jember.
Untuk memastikan seluruh kendaraan tetap laik jalan, petugas terminal secara rutin melakukan pemeriksaan terhadap 25 hingga 30 bus setiap harinya.
Namun menjelang masa angkutan Lebaran, intensitas pengawasan tersebut ditingkatkan guna mengantisipasi tingginya mobilitas masyarakat.
Selain pengawasan kendaraan, pihak terminal juga memastikan kesiapan fasilitas penumpang.
Berbagai sarana telah disiapkan, mulai dari ruang tunggu ber-AC di sisi barat dan timur terminal, toilet, musala, hingga ruang khusus ibu menyusui.
Terminal Tawang Alun juga akan membuka dua posko pelayanan selama masa angkutan Lebaran yang dijadwalkan beroperasi mulai 13 Maret hingga 29 Maret 2026.
Posko tersebut melibatkan petugas terminal serta unsur kepolisian untuk membantu pelayanan dan pengamanan penumpang.
Selain itu, pengamanan di area terminal juga diperkuat dengan dukungan personel dari Polsek dan Koramil selama periode angkutan Lebaran yang berlangsung sejak 9 Maret hingga 7 April 2026.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, lonjakan penumpang di Terminal Tawang Alun biasanya terjadi saat arus balik Lebaran.
Meski demikian, peningkatan jumlah penumpang yang datang biasanya mulai terlihat pada H-3 Lebaran.
“Tahun lalu penumpang yang datang sekitar 3.000 orang lebih, sedangkan yang berangkat saat arus balik mencapai lebih dari 4.000 penumpang,” jelas Pujiono.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihak terminal juga telah berkoordinasi dengan perusahaan otobus agar menyiapkan bus tambahan atau armada insidentil, khususnya untuk trayek antarkota antarprovinsi (AKAP).
Sementara untuk trayek antarkota dalam provinsi (AKDP), pengajuan armada tambahan menjadi kewenangan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur. (*)












