Probolinggo,– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur.

Menyikapi hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem.

Dalam rilis resmi BMKG Juanda disebutkan bahwa potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur diperkirakan berlangsung mulai 1 hingga 10 Maret 2026.

Kondisi ini berpotensi memicu terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin kencang, pohon tumbang, hingga tanah longsor di sejumlah wilayah.

Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan genangan air maupun wilayah dengan banyak pepohonan besar.

Beberapa daerah di Jawa Timur yang diprediksi terdampak cuaca ekstrem antara lain Surabaya, Malang, Lumajang, Tulungagung, serta wilayah Kabupaten dan Kota Probolinggo.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo, Boedi Harjanto, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi peringatan dini dari BMKG Juanda terkait potensi cuaca ekstrem tersebut.

Ia menyebut bahwa Kota Probolinggo menjadi salah satu daerah yang masuk dalam wilayah dengan potensi terdampak cuaca ekstrem selama periode tersebut.

“Sesuai rilis dari BMKG Juanda, terjadi potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur, dan Kota Probolinggo menjadi salah satu daerah yang berpotensi mengalami kondisi tersebut,” kata Boedi, Kamis (5/3/26).

Boedi menjelaskan, pihaknya tidak dapat memetakan secara pasti titik-titik yang berpotensi mengalami genangan air atau pohon tumbang apabila terjadi hujan deras disertai angin kencang.

Hal tersebut dikarenakan fenomena cuaca ekstrem sering kali terjadi secara tiba-tiba dan sulit diprediksi secara detail lokasinya.

Meski demikian, BPBD Kota Probolinggo telah menyiapkan personel serta peralatan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi akibat cuaca ekstrem.

Petugas juga disiagakan untuk melakukan penanganan cepat jika terjadi banjir, angin kencang, maupun pohon tumbang di sejumlah titik di wilayah kota.

Selain itu, BPBD juga terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memperkuat upaya mitigasi dan penanganan bencana jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat.

BPBD Kota Probolinggo juga mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan selama periode potensi cuaca ekstrem tersebut.

Warga juga diminta untuk rutin memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan menyiapkan langkah antisipasi, seperti mengetahui jalur evakuasi serta tempat yang aman apabila terjadi bencana.

“Selain memantau informasi cuaca, masyarakat juga diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan guna mengurangi risiko banjir, tidak berteduh di bawah pohon saat hujan disertai angin kencang, serta menghindari daerah yang rawan genangan, serta tetap menjaga kesehatan,” wantinya. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.