Lumajang, – Senja Ramadan biasanya identik dengan aktivitas santai menunggu azan maghrib sambil berburu takjil. Namun di Lumajang, pemandangan berbeda justru terlihat di sekitar Alun-alun Lumajang.

Sekelompok pemuda yang menamakan diri Footnote memilih cara unik mengisi waktu ngabuburit. Mereka berlari mengelilingi alun-alun sambil mengenakan gamis, menciptakan pemandangan yang nyentrik namun penuh semangat.

Kain gamis yang biasanya identik dengan langkah tenang menuju saf salat, kali ini justru berkibar tertiup angin mengikuti derap sepatu lari di atas trotoar.

Salah satu anggota komunitas, Irfan Sumanjaya mengatakan, menjalankan ibadah puasa bukan alasan untuk berhenti bergerak. Menurutnya, menjaga kebugaran tubuh tetap penting selama Ramadan.

“Puasa itu bukan berarti mentolerir malas-malasan. Tubuh harus tetap bergerak agar tetap fit saat beribadah,” katanya, Kamis (5/3/2026).

Biasanya, para pemuda Footnote berlari selama 20 hingga 45 menit mengelilingi alun-alun sambil menunggu waktu berbuka.

Aktivitas ini, menurut Irfan, justru membuat tubuh terasa lebih bugar setelah menyantap menu buka puasa. Selain itu, olahraga juga membantu mengontrol kadar gula darah dan membakar lemak.

“Terutama bagi yang sedang diet. Jadi walaupun makan banyak saat buka dan sahur, setidaknya bisa sedikit terbantu dengan olahraga,” katanya.

Pemuda lainnya, Rifki Danwanus menjelaskan, pemilihan gamis bukan sekadar gaya. Pakaian tersebut memudahkan mereka langsung menuju masjid untuk salat maghrib setelah selesai berlari.

“Habis lari nanti langsung cari takjil di masjid sekalian salat maghrib,” ujarnya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.