PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Musim kemarau berkepanjangan membuat sejumlah daerah di tanah air mulai dilanda kekeringan. Tak hanya lahan pertanian yang terdampak, ketersediaan air bersih juga mulai terbatas.

Fenomena itu membuat Pesantren Zainul Hasan (PZH) Genggong, di Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo menggelar salat istisqa, Selasa (15/10) sekitar pukul 5.00 Wib. Jenis salat ini merupakan ikhtiyar umat islam untuk meminta hujan kepada sang pencipta.

Salah satu Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong, Nun Alex, saat membacakan khutbah sholat Istisqo’. (Foto : Kominfo for P7.com)

Salat istisqa’ yang diselenggarakan di lapangan P5 Pesantren Zainul Hasan Genggong diawali dengan pelaksanaan Salat Dhuha berjamaah. Salat Dhuha dipimpin Ketua Yayasan Pesantren Zainul Hasan Genggong, KH. Mohammad Hasan Mutawakkil Alallah.

Selanjutnya, Salat Istisqa diimami KH. Mohamad Hasan Naufal (Non Boy) dengan KH. Hassan Ahsan Malik sebagai khotib. Dengan khusyu’, ribuan santri salat istisqa berjamaah memohon hujan segera turun.

Salah satu Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong, KH Hassan Ahsan Malik mengucapkan terima kasih kepada segenap jamaah yang bersedia meluangkan waktu untuk salat istisqa. Ia menegaskan, salat istisqa menjadi salah satu cara untuk meminta hujan.

“Karena dalam beberapa bulan ini, wilayah Kabupaten Probolinggo dan sejumlah wilayah di Indonesia khususnya di lingkungan pesantren mengalami kekeringan,” kata Non Alex, sapaan akrab KH. Hassan Ahsan Malik.

Ia mengimbau, warga khususnya santri, tak berhenti memohon kepada Allah SWT agar hujan segera turun. “Mari kita bersama-sama memohon kepada Allah, agar Allah menurunkan hujan. Kita juga berharap kemarau yang berkepanjangan ini segera usai dan masyarakat makmur kembali,” ujar kiai muda ini. (*)


Penulis : Moh Ahsan Faradies
Editor : Efendi Muhammad