Pasuruan, – Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo atau yang akrab disapa Mas Adi, resmi membuka Pekan Panutan Pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Tahun 2026.

Dalam momen ini, Mas Adi memberikan pesan menohok bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak hanya menuntut hak, tapi juga tertib kewajiban.

Mas Adi menegaskan bahwa ASN di lingkungan Pemkot Pasuruan harus menjadi garda terdepan sebagai contoh bagi masyarakat dalam hal kepatuhan pajak.

“Melalui momentum Pekan Panutan PBB-P2 ini, saya berpesan kepada para ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan untuk berpartisipasi aktif dan menjadi teladan bagi masyarakat dalam membayar PBB-P2 tepat waktu,” tegas Mas Adi di Gedung Gradika Bhakti Praja, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, setiap rupiah yang disetorkan masyarakat melalui PBB-P2 merupakan modal utama dalam menggerakkan roda pembangunan di Kota Pasuruan, mulai dari infrastruktur hingga pendidikan.

“Setiap rupiah pajak yang dibayarkan akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik,” imbuhnya.

Selain mengajak ASN jadi teladan, ada kebijakan menarik dalam penyaluran 72.147 Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) tahun ini. Pemkot Pasuruan memberikan insentif fiskal berupa pembebasan PBB-P2 bagi 5.150 objek pajak lahan pertanian.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Mas Adi menyebut kebijakan ini bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan serta membantu ekonomi para petani lokal agar tetap bergeliat.

Untuk memudahkan warga, Pemkot Pasuruan kini mengandalkan inovasi digital melalui Smart PBB-P2. Masyarakat tidak perlu lagi mengantre panjang karena kanal pembayaran telah diperluas.

“Kita terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui inovasi digital serta perluasan kanal pembayaran bekerja sama dengan Bank Jatim dan berbagai platform digital,” jelas Mas Adi.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Wakil Wali Kota, Ketua DPRD, hingga pimpinan Bank Jatim Cabang Pasuruan. Di akhir sambutannya, Mas Adi mengajak warga untuk gotong royong membangun kota.

“Mari kita wujudkan Kota Pasuruan yang aktif layanan publiknya, mandiri ekonominya, guyub warganya, dan indah kotanya,” pungkasnya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.