Probolinggo,– Bencana tanah longsor kembali melanda wilayah Kabupaten Probolinggo. Kali ini terjadi di ruas jalan daerah yang berada di Desa Segeran, Kecamatan Tiris, pada Senin (23/2/2025) malam.
Material longsoran menggerus sebagian badan jalan dengan panjang terdampak diperkirakan mencapai 20 hingga 30 meter.
Akibat kejadian itu, arus lalu lintas di jalur yang menjadi akses utama warga menuju pusat Kecamatan Tiris terganggu.
Kendaraan roda empat untuk sementara tidak dapat melintas karena kondisi jalan dinilai berisiko membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahjo Saputra mengatakan, pihaknya telah melakukan peninjauan lapangan sesaat setelah menerima laporan kejadian.
Tim teknis lantas melakukan assessment guna mengetahui tingkat kerusakan serta menghitung kebutuhan anggaran yang diperlukan untuk penanganan.
Menurutnya, karakter longsoran di jalan yang berada di Desa Segeran ini memiliki perbedaan dibandingkan sejumlah titik longsor lain yang sebelumnya terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Panjang area terdampak yang mencapai puluhan meter membuat penanganan tidak bisa dilakukan secara sederhana.
Diperlukan perencanaan konstruksi yang matang agar struktur perbaikan nantinya mampu menahan tekanan tanah dan mencegah terjadinya longsor susulan.
“Kami sedang menyusun desain teknis sekaligus menghitung estimasi kebutuhan anggaran. Rencananya akan diajukan melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT) agar proses penanganan bisa segera direalisasikan,” kata Hengki, Selasa (24/2/26).
Ia menegaskan, jalur tersebut merupakan akses vital masyarakat, terutama bagi warga yang beraktivitas ke pusat kecamatan maupun mengangkut hasil pertanian.
Oleh sebab itu, percepatan penanganan menjadi prioritas agar mobilitas warga tidak terlalu lama terganggu.
Sementara menunggu langkah perbaikan, pemerintah daerah memberlakukan pembatasan lalu lintas. Kendaraan roda dua masih diperkenankan melintas dengan sistem pengawasan dan pembatasan tertentu, sementara kendaraan roda empat dilarang melintasi lokasi longsor demi alasan keselamatan.
Sebagai solusi sementara, masyarakat diarahkan menggunakan jalur alternatif yang melewati area persawahan.
Jalur tersebut dinilai relatif lebih aman dan jaraknya lebih pendek dibandingkan memutar ke rute lain yang lebih jauh. Meski demikian, pengguna jalan diimbau tetap berhati-hati karena kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.
Penanganan Lintas Sektor
Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo turut melakukan asesmen cepat untuk mengantisipasi risiko lanjutan.
Kepala Pelaksana BPBD, Oemar Sjarif mengatakan, timnya telah melakukan langkah mitigasi darurat dengan memasang tujuh lembar terpal sepanjang kurang lebih 35 meter di area tebing dan badan jalan yang terdampak.
Pemasangan terpal tersebut bertujuan meminimalkan infiltrasi air hujan ke dalam tanah yang dapat memicu pergerakan tanah lanjutan.
Dengan mengurangi resapan air, diharapkan tekanan di dalam tanah dapat ditekan sehingga potensi longsor susulan bisa diminimalkan.
“Kami terus melakukan pemantauan, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” ucapnya. (*)












