Probolinggo,– Ketersediaan bahan pangan pokok di wilayah Probolinggo dipastikan dalam kondisi aman. Bulog Sub Divre VIII Probolinggo menyatakan stok beras dan minyak goreng saat ini mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang, bahkan hingga satu tahun ke depan.
Kepala Bulog Sub Divre VIII Probolinggo, Kuswadi mengatakan, total cadangan beras yang berada dalam penguasaan Bulog saat ini mencapai sekitar 90 ribu ton.
Jumlah tersebut tersebar di tiga wilayah layanan, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang, serta Kota Probolinggo.
“Stok beras yang kami kuasai sekitar 90 ribu ton. Jadi untuk ketahanan, persediaannya kurang lebih bisa sampai satu tahun. Jadi masih sangat aman,” kata Kuswadi, Senin (23/2/26).
Menurut Kuswadi, ketersediaan tersebut menjadi jaminan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi kekurangan pasokan, terutama menjelang dan selama bulan Ramadan.
Ia menegaskan, pengelolaan stok dilakukan secara terencana dengan memperhitungkan kebutuhan konsumsi masyarakat di masing-masing daerah.
Selama Ramadan, proses distribusi beras dipastikan berjalan normal. Bulog tetap menyalurkan beras kepada masyarakat, termasuk melalui jaringan pasar yang bekerja sama dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Program ini bertujuan menjaga ketersediaan sekaligus menekan potensi lonjakan harga di pasaran.
“Selama bulan Ramadan kami tetap melayani pendistribusian kepada masyarakat dan juga pasar-pasar melalui program SPHP. Ke depan, jaringan distribusi juga akan diperluas dengan menggandeng dinas terkait agar penyaluran semakin merata,” jelasnya.
Selain beras, Bulog juga memastikan ketersediaan minyak goreng dalam kondisi aman. Saat ini, stok minyak goreng yang tersedia mencapai sekitar 160 ribu liter dan tersebar di wilayah Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang, serta Kota Probolinggo.
Kuswadi menegaskan, minyak goreng yang disalurkan berasal langsung dari pabrik pengemasan resmi. Dengan demikian, kualitas produk, takaran isi, serta keamanannya terjamin.
“Minyak goreng yang kami distribusikan berasal langsung dari pabrik pengemas. Sejauh ini relatif aman, tidak ada praktik pengoplosan, dan berat timbangannya juga sesuai,” ia memungkasi. (*)












