Probolinggo,- Sejumlah petani di Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, mengeluhkan serangan hama keong emas pada tanaman padi yang masih berusia muda.
Informasi yang dihimpun, keong emas atau keong sawah ini banyak ditemukan di area persawahan sejak musim penghujan.
Bahkan, keong tersebut masuk ke petak-petak sawah milik petani melalui aliran air.
Keong yang lebih dikenal dengan sebutan kol ini menyerang tanaman padi, khususnya yang baru tumbuh atau berusia belasan hari.
Akibat serangan hama tersebut, pertumbuhan tanaman padi milik petani menjadi terganggu.
“Jadi hama keong emas atau disebut kol ini mulai banyak sejak musim penghujan. Bahkan, keong ini hampir ditemui di setiap petak sawah milik petani,” kata Poniman, petani di Kelurahan Kanigaran.
Poniman menjelaskan, agar tanaman padi yang baru tumbuh dapat bertahan, ia harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli obat pembasmi hama, sebesar Rp60 ribu sekali obat.
Namun meski sudah ditangani, keong-keong masih berdatangan. Tak hanya keong, telur keong berwarna merah muda juga terlihat menempel di sejumlah titik persawahan.
“Selain menggunakan obat, keong tersebut saya ambil agar tidak merusak pertumbuhan tanaman padi,” imbuh Poniman.
Hal senada disampaikan petani bawang merah, Holili. Ia menyebut, keberadaan hama tersebut mengganggu aktivitas pertanian di sawah.
“Karena keong masuk ke saluran air, kadang saat saya menyiram tanaman bawang, kaki tidak sengaja menginjaknya,” tutur Holili. (*)












