Jember,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menemukan ketidaksesuaian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, Jumat (30/1/26).

Sidak dilakukan menyusul viralnya menu MBG yang dinilai tidak sesuai standar di media sosial.

Penjabat Sekretaris Daerah Jember, Akhmad Helmi Luqman, mengatakan, hasil pengecekan di dapur SPPG menunjukkan adanya masalah koordinasi internal yang berdampak pada pendistribusian menu kepada siswa.

“Dari hasil pemeriksaan, kami menemukan ketidaksesuaian antara menu yang direncanakan dengan yang diterima siswa. Ini terjadi karena koordinasi internal belum berjalan optimal,” kata Helmi di lokasi sidak.

Ia menjelaskan, ketidaksesuaian tersebut terutama terjadi pada paket makanan untuk siswa taman kanak-kanak (TK).

Dalam standar yang telah ditetapkan, satu paket seharusnya terdiri dari beberapa komponen gizi, namun di lapangan ditemukan paket yang tidak lengkap.

“Seharusnya satu paket terdiri dari beberapa komponen. Namun di sejumlah sekolah TK, yang diterima hanya sebagian,” ujarnya.

Helmi menegaskan, Pemkab Jember langsung memberikan pembinaan kepada pengelola SPPG agar pelaksanaan program MBG ke depan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), terutama terkait porsi dan kandungan gizi.

“Kami tidak datang untuk menyalahkan, tetapi untuk memastikan pelayanan MBG berjalan sesuai ketentuan. Evaluasi ini bagian dari perbaikan,” tegasnya.

Selain pembinaan, Pemkab Jember akan memperketat pengawasan melalui Satgas MBG di tingkat kabupaten dan kecamatan.

Pengawasan melibatkan unsur Muspika, mulai dari camat, danramil, kapolsek, serta puskesmas, guna memastikan kualitas dan kelayakan menu yang disalurkan.

“Pengawasan akan dilakukan secara rutin. Semua SPPG di Jember akan kami pantau,” kata Helmi.

Ia juga menyebut, setiap SPPG diwajibkan mempublikasikan menu harian sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terulangnya persoalan serupa.

Sementara itu, Kepala Dapur SPPG Sumbersari, Putri Maulidhiya, mengakui, adanya kendala koordinasi pada hari pendistribusian menu yang menjadi sorotan publik.

Ia menyebut, menu yang dibagikan saat itu tidak dilengkapi buah dan diganti dengan susu segar.

“Kendalanya ada di koordinasi internal, sehingga distribusi tidak sesuai rencana. Tidak ada bahan yang disalahgunakan,” ujarnya.

Putri menambahkan, ke depan pihaknya akan memperketat proses pengecekan sebelum pendistribusian menu MBG, termasuk melibatkan tenaga ahli gizi secara lebih intensif agar kualitas makanan sesuai standar yang ditetapkan. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.