Jember,- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember menjadi perbincangan di media sosial, setelah beredarnya foto menu yang dinilai terlalu sederhana.

Unggahan tersebut menampilkan satu porsi MBG berisi lontong, sate, tempe, serta acar yang dibagikan kepada siswa.

Postingan itu pertama kali ramai setelah diunggah di grub Facebook Info Warga Jember Official pada Kamis, (29/1/26).

Dalam unggahan tersebut, warganet mempertanyakan kelayakan menu sekaligus kesesuaiannya dengan anggaran pemerintah.

“Apakah layak menu MBG seperti ini? Kalau dihitung, kira-kira habis berapa?” tulis pengunggah dalam keterangannya, yang menyebut menu tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Sumbersari.

Kolom komentar pun dipenuhi respons yang beragam. Sejumlah pengguna media sosial menaksir harga bahan makanan dalam satu porsi MBG yang menurut mereka jauh di bawah anggaran resmi.

“Lontong seribu, sate seribu, tempe lima ratus. Total sekitar tiga ribuan,” tulis salah satu akun Facebook dalam kolom komentar.

Tak hanya soal menu, warganet juga menyoroti alokasi anggaran MBG yang disebut mencapai Rp15 ribu per porsi.

Dari jumlah tersebut, Rp5 ribu dialokasikan untuk biaya operasional dan sarana, sementara Rp10 ribu digunakan untuk belanja bahan makanan.

“Kalau satu SPPG menyiapkan ribuan porsi per hari, nilainya bisa belasan juta. Wajar kalau publik bertanya soal kualitas dan pengawasannya,” tulis komentar akun lain.

Selain kritik, warga turut membagikan pengalaman pribadi terkait program MBG. Salah satunya mengaku anaknya menerima menu gado-gado, namun kondisi makanan dinilai kurang layak.

“Katanya telur dan lontongnya bau, semangkanya juga tidak dibungkus. Untung anak-anak tidak memakannya,” tulis seorang warganet yang mengaku sebagai orang tua siswa.

Unggahan tersebut menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Warga menyayangkan program unggulan pemerintah justru dalam praktiknya dilakukan serampangan.

Warganet berharap ada penjelasan resmi dan evaluasi agar tujuan utama MBG sebagai pemenuhan gizi siswa benar-benar tercapai. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.