Lumajang, – Dugaan penyalahgunaan bantuan paket sembako untuk korban erupsi Gunung Semeru dari Gubernur Jawa Timur mencuat ke publik setelah viral di media sosial TikTok. Bantuan yang seharusnya segera disalurkan kepada korban erupsi diduga sempat dialihkan untuk korban bencana lain.

Informasi tersebut diunggah akun TikTok @gmpk_lumajang dan telah ditonton lebih dari 16 ribu kali. Dalam unggahan itu, pemilik akun menyinggung dugaan keterlibatan seorang anggota DPRD Lumajang dalam keterlambatan distribusi bantuan.

Bantuan sebanyak 1.000 paket sembako tersebut awalnya diusulkan oleh Kelompok Tani Cipta Jasa II di Kecamatan Rowokangkung kepada Gubernur Jawa Timur. Usulan itu disetujui dan bantuan dikirimkan langsung ke rumah ketua kelompok tani.

Namun, bantuan tersebut dilaporkan berada di rumah ketua kelompok tani selama sekitar dua pekan tanpa disalurkan kepada korban erupsi Gunung Semeru.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Kelompok Tani Cipta Jasa II, Dulmanan, membenarkan sebagian bantuan tersebut tidak langsung diberikan kepada korban erupsi Semeru.

Ia menyebut sebanyak 500 paket sembako disalurkan kepada korban bencana banjir dan puting beliung di Kecamatan Rowokangkung.

“Langsung ke kelompok tani melalui Abah Idris (anggota DPRD Lumajang), ditaruh di rumah. Sebagian diserahkan ke bencana banjir dan puting beliung,” kata Dulmanan Kamis (15/1/2026).

Dulmanan juga mengakui adanya peran anggota DPRD Lumajang, Idris Marzuki dalam proses datangnya bantuan dari Gubernur Jawa Timur tersebut.

Setelah informasi ini viral di media sosial, kelompok tani bersama anggota DPRD Lumajang kemudian menyalurkan sisa bantuan sebanyak 500 paket sembako kepada korban terdampak erupsi Gunung Semeru di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro.

Sementara itu, anggota DPRD Lumajang, Idris Marzuki memberikan klarifikasi terkait keterlambatan distribusi bantuan tersebut. Ia menyebut keterlambatan terjadi karena faktor koordinasi dan kesibukannya.

“Kami masih perlu mengoordinasikan terkait bantuan ini, kemudian saya juga ada kesibukan lain, jadi mencari waktu terbaik untuk pendistribusian,” ujar Idris.

Idris menegaskan, tidak ada bantuan yang diambil untuk kepentingan pribadi. Menurutnya, seluruh bantuan telah disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.

“Tidak ada yang diambil secara pribadi. Semua bantuan sudah disalurkan,” tegasnya.

Saat ini, seluruh 1.000 paket sembako dari Gubernur Jawa Timur tersebut telah disalurkan, baik kepada korban erupsi Gunung Semeru maupun korban bencana banjir dan puting beliung di Kecamatan Rowokangkung. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.