Probolinggo,- Mahasiswa Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH) Genggong Probolinggo yang sedang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN), menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi aktif dalam pengembangan wisata di wilayah Kecamatan Tiris.

Salah satu desa yang menjadi fokus pemberdayaan mahasiswa adalah Desa Ranu Agung, yang pada even Seven Lakes Festival, 7-16 November 2025, menjadi salah satu destinasi utama promo wisata.

Ketua KKN UNZAH Desa Ranu Agung, Jalaluddin Bayu Pamungkas menyebut, target pemberdayaan tidak hanya pengembangan potensi wisata berkelanjutan, namun juga penguatan literasi generasi muda serta pendampingan sektor pertanian dan peternakan.

“Kami ingin KKN ini berbeda dari biasanya. Kami benar-benar ingin berangkat dari kebutuhan masyarakat dan mencari cara terbaik untuk memperkenalkan wisata Ranu Agung agar mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara,” kata Jalaluddin, Rabu (7/1/26).

Pengembangan wisata, dijelaskannya, dilakukan melalui pemetaan potensi wisata alam, edukasi sadar wisata kepada masyarakat, serta penguatan promosi berbasis media digital dengan tetap mengedepankan prinsip kelestarian lingkungan.

“Pada penguatan literasi dan edukasi, mahasiswa KKN UNZAH Genggong akan mendampingi generasi muda Desa Ranu Agung melalui kegiatan bimbingan belajar, penguatan literasi dasar, pembentukan karakter, serta edukasi berbasis nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal,” beber Jalaluddin.

Di bidang modernisasi pertanian dan peternakan, mahasiswa membantu masyarakat melalui edukasi praktik pertanian yang lebih efektif, pemanfaatan lahan secara optimal, serta pendampingan kepada peternak terkait pengelolaan pakan, kebersihan kandang, dan kesehatan ternak.

“Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat desa sekaligus mendongkrak daya saing Desa Ranu Agung sebagai desa wisata,” tuturnya.

Melalui sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, sambungnya, pengandian mahasiswa diharapkan mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi Desa Ranu Agung, yang notabene kawasan penyanggah Pegunungan Argopuro

“Kehadiran mahasiswa KKN UNZAH Genggong tidak hanya sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai mitra strategis desa dalam mewujudkan pembangunan desa yang mandiri, maju, dan berdaya saing,” Jalaluddin menegaskan.

Kepala Desa Ranu Agung, Mohammad Bilal menyampaikan mendukung kehadiran mahasiswa KKN di wilayahnya. Ia berharap, program KKN benar-benar berdampak bagi masyarakat.

“Semoga dengan hadirnya adik-adik mahasiswa, desa kami—khususnya di sektor wisata dan edukasi pemuda—dapat berkembang, seluruh program kerja yang direncanakan juga dapat berjalan dan berhasil dengan baik,” harap Bilal.

Sekedar informasi, ratusan mahasiswa UNZAH Genggong ditebar ke sejumlah desa untuk melaksanakan KKN, Rabu (7/1/25). Implentasi tri dharma perguruan tinggi ini berlangsung selama sskitar satu bulan. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.