Probolinggo,– Penganiayaan berat yang dilakukan secara bersama-sama terjadi di wilayah Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo. Pemuda berinisial MMD menjadi korban pembacokan oleh sekelompok orang tak dikenal di jalan Desa Krampilan, Sabtu (3/1/26) malam.
Peristiwa tersebut mengakibatkan korban mengalami luka bacok serius di bagian punggung sebelah kiri hingga harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Dalam kasus ini, aparat kepolisian berhasil mengamankan 21 orang terduga pelaku yang rata-rata diketahui masih berstatus di bawah umur.
Kapolsek Besuk AKP Suhartono saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyampaikan, seluruh pelaku kini telah diamankan dan proses hukum selanjutnya telah dilimpahkan ke Polres Probolinggo.
“Benar, telah terjadi dugaan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan korban mengalami luka bacok. Saat ini sudah kami amankan (para pelakunya, red) dan perkaranya sudah kami limpahkan ke Polres Probolinggo untuk penanganan lebih lanjut,” katanya, Senin (5/1/26).
Ia menjelaskan, kejadian bermula saat korban MMD sedang minum kopi bersama rekannya di kawasan Gelora Kraksaan sekitar pukul 20.30 WIB.
Usai menghabiskan waktu beberapa jam, sekitar pukul 22.30 WIB korban bersama temannya melanjutkan perjalanan pulang menuju Desa Sindetlami, Kecamatan Besuk, dengan mengendarai sepeda motor dan melintasi jalan Desa Krampilan.
Namun saat korban tiba di sekitar gapura masuk Desa Krampilan sekitar pukul 23.30 WIB, korban tiba-tiba dihentikan oleh sekelompok pengendara sepeda motor yang tidak dikenal.
Para pelaku kemudian menanyakan asal korban dengan kalimat, “Apakah (dari Desa, red) Sumurdalam kamu?”
“Korban menjawab bukan berasal dari desa yang dimaksud. Namun meskipun sudah dijawab, para pelaku tetap mengejar korban,” tukasnya.
Merasa terancam dan ketakutan, korban berusaha menyelamatkan diri dengan melarikan diri ke arah area persawahan di sekitar lokasi kejadian. Dan para pelaku mengejar, nahas korban terjatuh.
Pada kondisi tersebut, salah satu pelaku diduga mengeluarkan senjata tajam jenis celurit dan langsung membacok korban hingga mengenai punggung sebelah kiri.
Setelah mengalami luka serius, korban ditinggalkan oleh para pelaku yang kemudian melarikan diri dari lokasi kejadian. Korban selanjutnya dibawa oleh saksi ke Puskesmas Besuk untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Namun karena kondisi luka yang cukup parah dan memerlukan penanganan medis lebih lanjut, pihak Puskesmas Besuk memutuskan untuk merujuk korban ke RSUD Waluyo Jati agar mendapatkan perawatan optimal.
“Korban sempat mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Besuk, kemudian dirujuk ke rumah sakit karena luka bacok yang cukup serius,” jelasnya.
Sementara itu, Kades Sindetlami, Saiful Bahri mengatakan, pihaknya menyayangkan adanya peristiwa tersebut. Akibat peristiwa tersebut, kini salah satu warganya harus terbaring lemah di rumah sakit.
“Untuk kondisi korban masih di rumah sakit dan trauma mas,” sesal Saiful.
Ia berharap, para pelaku bisa mendapatkan ganjaran yang setimpal. Sebab, selain melakukan pengeroyokan dan pembacokan, para pelaku juga merampas harta milik korban.
“Handphone dan uang milik korban juga dirampas pelaku. Saya mewakili keluarga dari korban berharap ada penyelesaian sesuai dengan proses hukum untuk dijadikan contoh agar tidak terjadi hal yang serupa,” ucapnya. (*)












