Probolinggo,- Selama tahun 2025, Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Probolinggo menangani sebanyak 70 kejadian kebakaran dan 302 kejadian penyelamatan.

Dibandingkan tahun 2024, jumlah kebakaran mengalami penurunan. Salah satu faktor penyebabnya adalah meningkatnya pemahaman masyarakat dalam melakukan penanganan awal kebakaran.

Data Damkar Kota Probolinggo, 70 kebakaran meliputi kebakaran rumah, lahan, pabrik, gudang, pertokoan, hingga sampah.

Dari jumlah tersebut, kebakaran pada tahun 2025 didominasi oleh kebakaran lahan sebanyak 26 kejadian, disusul kebakaran rumah sebanyak 13 peristiwa.

Kabid Linmas dan Damkar Kota Probolinggo, Tri Setyo Anggodo menyebut, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi turunnya angka kebakaran.

Diantaranya meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang penanganan awal kebakaran serta kesadaran untuk segera melaporkan kejadian melalui layanan darurat 112 atau langsung ke markas komando Damkar.

“Selain itu, faktor cuaca yang sering turun hujan dan tingkat kelembapan udara yang tinggi juga berpengaruh, sehingga jumlah kebakaran pada tahun 2025 turun menjadi 70 kejadian, dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 117 kejadian,” ujarnya.

Selain penanganan kebakaran, selama tahun 2025 Damkar Kota Probolinggo juga melakukan berbagai kegiatan penyelamatan, baik penyelamatan hewan liar maupun kejadian lainnya.

Total penyelamatan yang dilakukan mencapai 302 kejadian, meliputi evakuasi hewan liar, penanganan tumpahan pasir dan solar dan penanganan pohon tumbang.

Dari jumlah itu, penyelamatan terbanyak adalah evakuasi hewan liar jenis ular sebanyak 65 kali, disusul penanganan tumpahan pasir dan solar sebanyak 52 kali, serta eksekusi sarang tawon sebanyak 49 kali.

“Jumlah penyelamatan pada tahun 2025 meningkat dibandingkan tahun 2024 yang hanya sebanyak 189 kejadian, atau naik 113 kejadian,” jelasnya.

Tri Setyo menambahkan, Damkar Kota Probolinggo terus memaksimalkan potensi yang ada melalui peningkatan sumber daya manusia, keterampilan petugas, serta optimalisasi sarana dan prasarana.

“Dengan sarana dan prasarana serta jumlah petugas yang ada, insyaallah seluruh kejadian kebakaran dan penyelamatan masih dapat ditangani,” tukas Tri Setyo.

“Namun, kami berharap adanya penambahan anggaran operasional, peremajaan kendaraan, serta penambahan mobil rescue dari Pemerintah Kota Probolinggo,” pungkasnya. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.