Lumajang, – Tanggul alami di hulu Sungai Besuk Kobokan, Kecamatan Pronojiwo, jebol hingga sepanjang kurang lebih satu kilometer dan memicu aliran material vulkanis Gunung Semeru menerjang pemukiman warga di Desa Supiturang.

Kondisi ini membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menetapkan penanganan darurat untuk mencegah luapan susulan.

Sekretaris Daerah Lumajang, Agus Triyono, menjelaskan tanggul yang jebol berada di sisi kiri aliran lahar Gunung Semeru.

“Yang jebol itu tanggul alami. Posisinya berada di atas tanggul eksisting di zaman Pak Soeharto,” katanya, Minggu (30/11/2025).

Menurut Agus, penumpukan material vulkanik akibat erupsi Semeru pada 2021 telah membuat kantong kawah terisi lebih dari separuh. Sejak itu, alur sungai mengalami perubahan arah ke selatan dan perlahan menggerus bagian bawah tanggul eksisting.

Advertisement

Kondisi semakin buruk setelah erupsi pada Rabu (19/11/2025). Lahar dingin dan material vulkanis meluber melewati tanggul eksisting yang sudah kritis, sehingga tekanan semakin kuat dan akhirnya menjebol tanggul alami di bagian hulu.

“Tanggul eksisting yang sudah tua kondisinya juga kritis. Tekanan material dari erupsi terakhir membuat tanggul alami di atasnya tidak kuat,” kata Agus.

Pemkab Lumajang menyampaikan, kerusakan ini menimbulkan ancaman berkelanjutan, terutama jika terjadi erupsi susulan atau hujan deras yang dapat membawa aliran lahar. Risiko jebol lanjutan masih tinggi mengingat struktur tanggul eksisting kini tampak bolong dan sebagian tergerus.

“Penanganan bencana kali ini yang paling krusial adalah pembuatan tanggul di hulu dan menambal tanggul eksisting yang bolong,” pungkasnya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.