Menu

Mode Gelap
Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan Kisah Pilu Guru Honorer di Jember; Tempuh Jarak 13 KM, Wafat Usai Melahirkan Dulu Hanya Makan Sekali Sehari, Kini Siswa SD Ini Bisa Makan Dua Kali Berkat Program MBG Tipu Warga Pakai Identitas Palsu, Pria Asal Lumajang Jadi Tersangka Penipuan Bansos Modus Jual Beli Mobil Berkedok Kredit, Guru di Lumajang Terjebak Skema Tipu Daya Teman Sendiri Brak! Atap Kelas SMAN 1 Tiris Ambruk saat Jam Pelajaran, Puluhan Siswa Tertimpa

Hukum & Kriminal · 29 Agu 2025 17:30 WIB

Tipu Warga Pakai Identitas Palsu, Pria Asal Lumajang Jadi Tersangka Penipuan Bansos


					Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar saat menjelaskan status Sulasno (47), warga Desa Randuagung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang sebagai tersangka kasus bansos. (Foto: Asmadi). Perbesar

Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar saat menjelaskan status Sulasno (47), warga Desa Randuagung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang sebagai tersangka kasus bansos. (Foto: Asmadi).

Lumajang, – Sulasno (47), warga Desa Randuagung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Lumajang atas dugaan penipuan bermodus bantuan sosial (bansos).

Sulasno dilaporkan menipu sejumlah warga di Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, dengan menyamar sebagai petugas Program Keluarga Harapan (PKH).

Ia menjanjikan bantuan uang tunai sebesar Rp4.500.000 dan 10 kilogram beras kepada warga. Syaratnya warga diminta menyerahkan sejumlah uang tunai dan dokumen pribadi seperti KTP dan kartu keluarga.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar mengungkapkan, tersangka meminta uang hingga Rp1 juta per orang, dengan alasan untuk membuka rekening bank penerima bansos.

Namun berdasarkan keterangan korban, uang yang diserahkan bervariasi antara Rp300.000 hingga Rp500.000.

“Pelaku mendatangi rumah warga dan mengaku petugas PKH. Ia meminta uang dengan dalih untuk membuka rekening agar bansos bisa dicairkan. Sejauh ini ada empat korban yang sudah melapor,” kata Alex dalam keterangannya, Jumat (29/8/25).

Diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Pakel, Sampurno, menyampaikan, pada saat itu Sulasno meminta dokumen seperti Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP), serta memungut uang dari warga dengan janji akan memasukkan mereka sebagai penerima bansos.

“Jumlah uang yang diminta bervariasi, bahkan ada yang dimintai hingga Rp700 ribu,” katanya.

Korban umumnya adalah warga lanjut usia yang tidak begitu memahami alur resmi pendataan bantuan sosial. Aksi Sulasno akhirnya terbongkar setelah beberapa warga merasa curiga dan membandingkan cerita satu sama lain.

Saat dikonfrontasi, warga yang kesal langsung menghadiahi pelaku dengan bogem mentah sebelum akhirnya diamankan polisi.

“Pelaku sempat dipukuli warga karena sudah terlalu banyak menipu. Korbannya tidak hanya di Pakel, tapi juga menyasar wilayah Gucialit dan Padang,” lanjut Sampurno. (*)


Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Keyra


Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Modus Jual Beli Mobil Berkedok Kredit, Guru di Lumajang Terjebak Skema Tipu Daya Teman Sendiri

29 Agustus 2025 - 15:54 WIB

Tiga Truk Kayu Lolos dari Hutan, Ilegal Logging Diduga Sudah Berulang

29 Agustus 2025 - 08:48 WIB

Janji Bebaskan Tahanan, Tiga Preman Ngaku Polisi Ditangkap

28 Agustus 2025 - 15:39 WIB

Polisi Bongkar Peredaran Uang Palsu di Jember, Dua Orang Ditahan

27 Agustus 2025 - 20:57 WIB

Tragis! Dua Nelayan di Jember Tenggelamkan Kerabat ke Sungai Hingga Tewas

27 Agustus 2025 - 18:15 WIB

Satu Terpidana Penanaman Ganja di Lumajang Dipindahkan ke Lapas Kelas l Surabaya

27 Agustus 2025 - 16:01 WIB

Berkedok COD-an, Maling Motor asal Kuripan Bonyok Dihajar Warga

27 Agustus 2025 - 04:32 WIB

Hilang Sejak Maret, Motor Warga Bojonegoro yang Dipinjam Anak Punk Kini Kembali

26 Agustus 2025 - 19:07 WIB

Pintu Kandang Dirusak, Maling Gondol Sapi di Kareng Lor Kota Probolinggo

26 Agustus 2025 - 18:04 WIB

Trending di Hukum & Kriminal