Probolinggo,- Kasus hutang KSU Cakrawala Semampir Kraksaan kepada sejumlah nasabahnya belum juga usai. Kondisi ini memaksa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Probolinggo turun tangan.
Dewan pun melalui Komisi II akhirnya memanggil eks manager KSU Cakrawala Semampir serta Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo ke gedung DPRD setempat, Rabu (25/6/25) siang.
Sebagai informasi, hutang KSU Cakrawala tidaklah sedikit, banyak dana nasabah yang belum dikembalikan. Tercatat hutang KSU Cakrawala mencapai Rp. 2,2 miliar.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo, Reno Handoyo mengatakan, pihaknya memang memanggil sejumlah pihak terkait sebagai tindaklanjut dari aduan masyarakat yang mengaku uangnya belum dikembalikan.
“Kami kumpulkan di sini untuk mencari solusi, insya Allah Rabu (2/7/25) depan kami akan pertemukan lagi,” ujar Reno.
Sementara itu, eks Manager KSU Cakrawala H. Rasek mengatakan, dirinya sudah berhenti di koperasi ketika ia menunaikan ibadah haji November 2023 lalu, atau setelah Veronica selaku ketua KSU Cakrawala meninggal dunia.
Oleh para karyawan, sebagai manager H. Rasek dianggap sebagai pihak yang seharusnya juga bertanggung jawab dan paham tentang hutang Rp 2,2 miliar tersebut.
Selain itu, pihak DKUPP juga meminta H. Rasek turut bertanggung jawab terhadap pengembalian simpanan anggota KSU Cakrawala.
“Ketika masih hidup, saya juga sudah sarankan ke Ibu Vero, dan ibu Vero juga berjanji akan menjual rumahnya untuk pelunasan. Bahkan sudah ada yang nawar Rp 3 Miliar, tapi sampai sekarang belum terjual,” ujar H. Rasek.
Di sisi lain, DKUPP Kabupaten Probolinggo memang sejak awal sudah mewanti-wanti pihak koperasi untuk lebih waspada dalam mengelola keuangan. Sebab, dalam pengawasannya, ditemukan ada oknum yang diberi hutang oleh koperasi padahal bukan anggota.
“Minggu depan disepakati tadi bahwa akan dilakukan inventarisir siapa saja yang berhutang dan asetnya apa saja, tujuannya tentu untuk pelunasan,” ucapnya. (*)
Editor: Mohammad S
Publisher: Keyra