Menu

Mode Gelap
Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan Jelang Konfercab NU Kraksaan, Nahdliyin Mulai Suarakan Uneg-unegnya Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan Kisah Pilu Guru Honorer di Jember; Tempuh Jarak 13 KM, Wafat Usai Melahirkan Dulu Hanya Makan Sekali Sehari, Kini Siswa SD Ini Bisa Makan Dua Kali Berkat Program MBG Tipu Warga Pakai Identitas Palsu, Pria Asal Lumajang Jadi Tersangka Penipuan Bansos

Pendidikan · 6 Mei 2025 15:22 WIB

Inovasi Pendidikan di Jember-Lumajang, Kawendra Lukistian Berkomitmen Kembangkan Potensi Lokal


					Dalam diskusi dengan Menteri Pendidikan Tinggi RI, Prof. Brian Yuliarto, Kawendra menyoroti pentingnya kerja sama antara dunia pendidikan dan industri (Foto: Istimewa). Perbesar

Dalam diskusi dengan Menteri Pendidikan Tinggi RI, Prof. Brian Yuliarto, Kawendra menyoroti pentingnya kerja sama antara dunia pendidikan dan industri (Foto: Istimewa).

Lumajang, – Kabupaten Jember dan Lumajang menjadi sorotan dalam upaya pengembangan pendidikan tinggi yang inovatif dan berbasis pada potensi lokal.

Kawendra Lukistian, anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra menegaskan, sektor pendidikan di kedua daerah tersebut harus diperkuat.

“Jember dan Lumajang bukan hanya daerah administratif, melainkan simbol harapan, kerja keras, dan tekad untuk maju. Dengan potensi lokal yang kuat, dua daerah ini bisa menjadi model pengembangan pendidikan berbasis inovasi,” kata Kawendra, Selasa (6/5/25).

Kawendra menekankan pentingnya memanfaatkan potensi lokal sebagai landasan pengembangan pendidikan.

Dengan demikian, pendidikan di Jember dan Lumajang dapat menjadi lebih relevan dan efektif dalam mencetak generasi inovatif dan berdaya saing.

“Dari ruang akademik hingga industri, dari ide hingga implementasi, kita harus pastikan generasi muda punya akses pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Inilah jalan agar mereka bisa masuk ke ruang-ruang kesempatan yang lebih luas,” katanya.

Dalam diskusi dengan Menteri Pendidikan Tinggi RI, Prof. Brian Yuliarto, Kawendra menyoroti pentingnya kerja sama antara dunia pendidikan dan industri.

“Hal ini bertujuan untuk memberikan akses luas bagi generasi muda untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan zaman,” ungkapnya.

Di samping itu, Kawendra menilai pendidikan tinggi yang berkualitas dapat menjadi penggerak perubahan yang signifikan bagi daerah.

“Pendidikan harus mampu menjadi alat perubahan yang berakar pada kearifan lokal namun berpandangan global, sehingga generasi muda dapat bersaing di era globalisasi,” pungkasnya. (*)

 


Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Keyra


Artikel ini telah dibaca 76 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Dulu Hanya Makan Sekali Sehari, Kini Siswa SD Ini Bisa Makan Dua Kali Berkat Program MBG

29 Agustus 2025 - 18:50 WIB

Polinema Jadi Harapan Baru Lumajang Cetak SDM Berdaya Saing Global

28 Agustus 2025 - 16:34 WIB

Tanpa Tunggu Tahun Ajaran Baru, Sekolah Rakyat di Jember Terima Siswa Sepanjang Tahun

1 Agustus 2025 - 16:59 WIB

Demi Sekolah, Siswi SD di Lumajang Terjatuh Saat Digendong Ayahnya Seberangi Lahar Semeru

1 Agustus 2025 - 16:31 WIB

Kurang Diminati, Pemkab Probolingggo Bakal Tutup SDN Warujinggo 2

18 Juli 2025 - 16:06 WIB

Miris! SDN Warujinggo 2 Probolinggo 2 Tahun Gagal Dapatkan Siswa Baru

17 Juli 2025 - 09:29 WIB

Hari Pertama Sekolah Rakyat di Kota Probolinggo, Dipantau Langsung Gubernur Khofifah

14 Juli 2025 - 19:54 WIB

Hari Pertama Sekolah Rakyat di Kota Probolinggo, Siswa Ikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

14 Juli 2025 - 12:49 WIB

Sekolah Rakyat Segera Dimulai, Asrama dan Ruang Kelas Dikenalkan

11 Juli 2025 - 04:47 WIB

Trending di Pendidikan