Menu

Mode Gelap
Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan Jelang Konfercab NU Kraksaan, Nahdliyin Mulai Suarakan Uneg-unegnya Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan Kisah Pilu Guru Honorer di Jember; Tempuh Jarak 13 KM, Wafat Usai Melahirkan Dulu Hanya Makan Sekali Sehari, Kini Siswa SD Ini Bisa Makan Dua Kali Berkat Program MBG Tipu Warga Pakai Identitas Palsu, Pria Asal Lumajang Jadi Tersangka Penipuan Bansos

Lingkungan · 27 Feb 2024 11:34 WIB

Musim Hujan, 88 KK di Lumajang Justru Krisis Air Bersih


					KRISIS AIR BERSIH: Warga Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Misnoto, sedang mengambil air bersih dari saluran air milik tetangganya. (foto: Asmadi). Perbesar

KRISIS AIR BERSIH: Warga Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Misnoto, sedang mengambil air bersih dari saluran air milik tetangganya. (foto: Asmadi).

Lumajang,- Sebanyak 88 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Wangkit, RT/001, RW/004 Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang mengalami kekeringan selama 3 bulan terakhir.

Warga Desa Sentul, Misnoto (45) menjelaskan, banyak sumur dan sumber air di desanya tidak lagi mengeluarkan air. Bahkan sumur dengan kedalaman 15 meter miliknya pun juga sudah tidak mengeluarkan air.

“Sudah tiga bulan kekeringan ini terjadi. Padahal wilayah Kabupaten Lumajang sudah beberapa bulan terakhir sudah memasuki musim hujan,” kata Misnoto, Selasa (27/2/24).

Misnoto menjelaskan, air di sumunya masih ada, hanya sudah sangat sedikit dan kotor. Apabila ditimba, airnya ada bercampur lumpur dengan warna kecoklatan.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, kata dia, ia mengambil ke rumah saudaranya sejauh 500 meter dengan menggunakan kendaraan roda dua.

“Itu saya lakukan untuk keperluan cuci baju dan mandi saja. Kalau minum, beli isi ulang (galon) Rp5 ribu,” jelasnya.

Menurut Misnoto, di desanya ada sekitar 88 KK yang mengalami kerisis air bersih. Saat ini, pemerintah desa dibantu warga sedang membangun saluran air bersih yang diambil dari sumber mata air dengan jarak 1,2 kilometer dari pemukiman warga.

Ketua Swadaya Pembangunan Saluran Air Bersih Desa Sentul, Ali Misnadi menyebut, untuk membangun saluran air ke pemukiman warga, dibutuhkan anggaran biaya sebanyak Rp17 juta.

“Ada 88 KK yang kekurangan air, sumur mereka alamai kekeringan. Untuk itu kami dengan inisiatif warga dan desa membangun saluran air, dengan anggaran yang sudah kami keluarkan sebesar Rp 17 juta,” bebernya.

Beruntungnya, imbuh dia, ada bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang berupa 2 tandon penampungan air bersih.

“Alhamdulillah swadaya ini dibantu oleh BPBD Lumajang, yang telah memberikan dua tandon air yang nanti akan dipasang setelah proses pembangunannya selesai,” tandas Misnadi.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudi Cahyono berharap, dengan bantuan 2 tandon kapasitas 1.100 liter itu, kebutuhan air bersih masyarakat bisa tercukupi.

“Dengan bantuan tandon tersebut, kami harap masyarakat bisa mencukupi kebutuhan air bersihnya,” pungkasnya. (*)

 

 

Editor: Mohamad S

Publisher: Moch. Rochim

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Perkuat Jalur Gumitir, Pemasangan Beronjong di Tikungan Khokap Dikebut

27 Agustus 2025 - 03:35 WIB

Cuaca Ekstrem, BPBD Lumajang Ingatkan Hindari Kawasan Rawan Longsor dan Banjir

21 Agustus 2025 - 20:20 WIB

TRC dan Loader Dikerahkan, BPBD Lumajang Buka Akses Jalan Tertimbun Longsor

20 Agustus 2025 - 14:16 WIB

Jelang Perayaan HUT Kemerdekaan RI, Warga Protes Kerusakan Hutan di Kawasan Proyek Tol Probowangi

16 Agustus 2025 - 19:55 WIB

Ingat! Mulai 10 Agustus 2025, Pasar Minggu Kota Probolinggo Pindah ke Jalan Suroyo

8 Agustus 2025 - 19:52 WIB

Portal Jalan Tambakrejo–Lumbang Ditata Ulang, Mobil Damkar Jadi Tolak Ukur

2 Agustus 2025 - 18:04 WIB

Jalur Lumajang-Malang via Piket Nol Tertutup Longsor di Enam Titik

31 Juli 2025 - 19:36 WIB

Cuaca Ekstrem, BPBD Lumajang Imbau Penambang Waspada Banjir di Aliran Sungai Semeru

31 Juli 2025 - 16:05 WIB

Bakal Dipercantik, Alun-alun Kota Probolinggo Ditutup 5 Bulan

30 Juli 2025 - 16:31 WIB

Trending di Lingkungan