Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Jember Turun Jalan, Desak Presiden Prabowo Copot Kapolri Berawal dari Bakar Sampah, Warung di Kota Probolinggo Ludes Terbakar Begal Bersenjata Celurit Gasak Motor di Winongan Pasuruan Kabar Gembira! Probolinggo Segera Buka Rute Pelayaran Langsung ke Lombok Gerakan Solidaritas untuk Affan Kurniawan, Penegakan Keadilan hingga Salat Ghaib Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan

Sosial · 12 Agu 2023 16:09 WIB

MUI Jatim Silaturahmi di Genggong, Godok Ekosistem Industri Halal hingga Pencegahan Politik Identitas


					SILATURAHMI: Pengurus MUI Jatim saat paparan di GOR Damanhuri Pesantren Zainul Hasan Genggong. (foto: Refky Adnan). Perbesar

SILATURAHMI: Pengurus MUI Jatim saat paparan di GOR Damanhuri Pesantren Zainul Hasan Genggong. (foto: Refky Adnan).

Probolinggo,- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menggelar silaturahmi di GOR Damanhuri Pesantren Zainul Hasan (PZH) Genggong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (12/08/23).

Dalam silaturahmi yang dihadiri ratusan perwakilan dari MUI kabupaten/kota se-Tapal Kuda ini, Ketua MUI Jawa Timur, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah menyebut ada tiga program prioritas yang sedang ia galakkan.

Tiga program prioritas itu meliputi peningkatan kualitas kehidupan keagamaan, pengembangan kualitas kehidupan kesejahteraan masyarakat, dan pengembangan ekosistem industri halal.

Tak hanya itu, Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong ini juga menyampaikan pesannya memasuki tahun politik. Ia berpesan agar Pancasila, persatuan dan kesatuan serta etika tetap dikedepankan ditengah adu kepentingan politis.

“Saya bukan melarang pengurus MUI untuk memilih politik atau opininya. Tetapi saya cuma berpesan, masuklah ke politik bangsa dan negara yang menjaga kesatuan dan Pancasila serta juga politik value (akhlak),” kata Kiai Mutawakkil.

MUI, menurut Kiai Mutawakkil, memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga marwah keislaman dan keindonesiaan. Oleh karenanya, penting bagi MUI untuk menjadi teladan sekaligus memberikan edukasi politik.

“Langkah awal yang sudah MUI Jawa Timur lakukan adalah mengeluarkan fatwa tentang politik identitas,” ucap mantan Ketua PWNU Jawa Timur ini.

Politik identitas, dijelaskan Kiai Mutawakkil, merupakan alat politik yang digunakan dengan tujuan tertentu oleh kelompok tertentu. Ciri khasnya adalah mereka memakai suku atau ras.

“Tentunya nanti tidak akan lepas dari caci maki,” tuturnya.

Sekedar informasi, silaturahmi ini merupakan yang pertama digelar MUI Jawa Timur. Selanjutnya, agenda serupa akan dilangsungkan di Kabupaten Ponorogo untuk keresidenan Mataraman 1, Nganjuk mewakili Mataraman 2, lalu di Bangkalan bagi zona Madura Raya, dan di Gresik sebagai representasi zona pantura. (*)

 

Editor: Mohamad S
Publisher: Zainul Hasan R

Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Mahasiswa Jember Turun Jalan, Desak Presiden Prabowo Copot Kapolri

30 Agustus 2025 - 20:32 WIB

Gerakan Solidaritas untuk Affan Kurniawan, Penegakan Keadilan hingga Salat Ghaib

30 Agustus 2025 - 08:34 WIB

Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan

29 Agustus 2025 - 19:10 WIB

Kisah Pilu Guru Honorer di Jember; Tempuh Jarak 13 KM, Wafat Usai Melahirkan

29 Agustus 2025 - 18:59 WIB

Perbaikan Tuntas, Jalur Krucil – Tambelang Probolinggo Kini Mulus

29 Agustus 2025 - 04:15 WIB

Stadion Bayuangga Bakal jadi Venue Hari Jadi Kota Probolinggo, Askot PSSI dan Suporter Persipro Meradang

28 Agustus 2025 - 17:24 WIB

PKK Kabupaten Pasuruan Ikut Andil dalam Pencegahan Narkoba Bersama BNN

26 Agustus 2025 - 17:31 WIB

Layang-layang Jadi Penyebab Utama Padamnya Listrik PLN di Lumajang

26 Agustus 2025 - 15:07 WIB

Bangunan Liar di Kawasan Pelabuhan Kota Pasuruan Dibongkar Paksa

25 Agustus 2025 - 18:04 WIB

Trending di Sosial