Menu

Mode Gelap
Blarr! Bondet Meledak di Sumber Wetan Kota Probolinggo, Lukai Seorang Pemuda Mencekam! Warga Bakar Gedung Negara Grahadi Surabaya Unjuk Rasa Meluas, Presiden Prabowo Perintahkan Kapolri dan Panglima TNI Bertindak Tegas Mahasiswa Jember Turun Jalan, Desak Presiden Prabowo Copot Kapolri Berawal dari Bakar Sampah, Warung di Kota Probolinggo Ludes Terbakar Begal Bersenjata Celurit Gasak Motor di Winongan Pasuruan

Pemerintahan · 28 Jul 2023 23:28 WIB

Percepat Penurunan Stunting, BKKBN Jatim Luncurkan Program 1 Juta Telur


					PERANGI STUNTING: Gubernur Khofifah (tengah) saat memimpin launching program 1 juta telur di Kota Pasuruan. (foto: Moh. Rois). Perbesar

PERANGI STUNTING: Gubernur Khofifah (tengah) saat memimpin launching program 1 juta telur di Kota Pasuruan. (foto: Moh. Rois).

Pasuruan,- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur meluncurkan program 1 juta telur di Kota Pasuruan, Jumat (28/7/2023).

Langkah ini menjadi bagian dari program percepatan penurunan stunting dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30. Sebanyak 120 kilogram telur akan disalurkan oleh BKKBN Jatim ke setiap kota dan kabupaten di Jawa Timur.

Rangkaian acara dimulai dengan pemberian bantuan telur secara simbolis kepada warga di Pendopo Walikota Pasuruan. Acara dilanjutkan dengan rangkaian peringatan Harganas ke 30 di GOR Untung Suropati.

Dalam peringatan Harganas ini, BKKBN Jawa Timur memberikan penghargaan kepada 16 kota dan kabupaten yang dinilai berhasil menurunkan angka prevalensi stunting.

Kota dan kabupaten yang mendapatkan penghargaan, antara lain: Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Banyuwangi, Magetan, Mojokerto, Nganjuk, Bangkalan, Bondowoso, Sampang, Sumenep, Gresik, Ponorogo, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Tuban, dan Kota Malang.

Wali Kota Pasuruan, Syaifullah Yusuf, menjelaskan bahwa angka prevalensi stunting di Kota Pasuruan saat ini sekitar 19 persen. Pemkot Pasuruan akan menekan angka stunting dengan memunculkan berbagai program baru.

Program-program ini nantinya akan didanai lewat dengan APBD yang akan segara dirumuskan Pemkot Pasuruan bersama DPRD kota setempat.

“Kita sedang memfinalkan perencanaan program penurunan stunting di Kota Pasuruan. Program ini akan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan bertujuan untuk mengurangi angka stunting secara signifikan,” ujar Gus Ipul, sapaan akrab Wali Kota Pasuruan.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebut jumlah stunting di Jawa Timur masih berada di bawah standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni 19,2 persen. Angka itu lebih rendah dari rata-rata nasional yang mencapai 21,6 persen.

Standar WHO jangan sampai di atas 20 persen. Sementara untuk target nasional di tahun depan ditetapkan di angka 14 persen. Sekarang, angka nasional masih berada di 21,6 persen,” kata Khofifah.

Khofifah menekankan pentingnya partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam penanggulangan stunting. Ia mengajak masyarakat untuk menjadi bapak asuh anak yang terindikasi stunting dengan memberikan nutrisi yang cukup bagi anak-anak.

Ia memberikan contoh sederhana, seperti memberikan satu butir telur setiap hari, sehingga dalam 30 hari akan terpenuhi 30 butir telur. Selain itu, pemberian makanan bernutrisi seperti satu kilogram telur dengan biaya sekitar Rp30 ribu per bulan juga dapat membantu mencegah stunting

“Saya harus menyebut terindikasi stunting, karena belum tentu berat timbang itu kan dilihat dari panjang badannya. Orang pendek belum tentu stunting, maka saya sebut terindikasi stunting. Kalau stunting pasti pendek, orang pendek belum tentu stunting karena ada kecerdasan di dalamnya,” pungkasnya. (*) 

 

 

Editor: Mohamad S

Publisher: Zainul Hasan R

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan

29 Agustus 2025 - 20:51 WIB

Dongkrak Produksi Pangan, Pemkab Jember Siapkan Pembangunan Irigasi Seluas 78 Hektare

29 Agustus 2025 - 13:52 WIB

Tiga Nama Muncul sebagai Calon PJ Sekda Kota Probolinggo, Siapa Saja?

28 Agustus 2025 - 21:06 WIB

BP Haji Bertransformasi jadi Kementerian, Kemenag Jember Sebut Minim Informasi

28 Agustus 2025 - 20:40 WIB

Demi Jalan Tembus GOR A. Yani, Pemkot dan Pemkab Probolinggo Sepakat Pinjam Pakai Aset

27 Agustus 2025 - 18:48 WIB

Pemkot Probolinggo Usulkan 1.877 Honorer jadi PPPK Paruh Waktu, Tunggu Restu Kemenpan RB

27 Agustus 2025 - 14:34 WIB

Bunda Indah Ingatkan ASN Lumajang untuk Adaptif Hadapi Era Digital

26 Agustus 2025 - 16:51 WIB

Polemik Alihfungsi Gedung Kesenian, Wali Kota Probolinggo Terbuka Dialog dengan Pelaku Seni

26 Agustus 2025 - 07:44 WIB

LSM Diduga Peras Kades di Lumajang, Bupati Tidak Akan Ditoleransi

25 Agustus 2025 - 17:53 WIB

Trending di Pemerintahan