Menu

Mode Gelap
Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan Kisah Pilu Guru Honorer di Jember; Tempuh Jarak 13 KM, Wafat Usai Melahirkan Dulu Hanya Makan Sekali Sehari, Kini Siswa SD Ini Bisa Makan Dua Kali Berkat Program MBG Tipu Warga Pakai Identitas Palsu, Pria Asal Lumajang Jadi Tersangka Penipuan Bansos Modus Jual Beli Mobil Berkedok Kredit, Guru di Lumajang Terjebak Skema Tipu Daya Teman Sendiri Brak! Atap Kelas SMAN 1 Tiris Ambruk saat Jam Pelajaran, Puluhan Siswa Tertimpa

Peristiwa · 22 Mar 2023 15:18 WIB

Antisipasi Wisatawan Nekat ke Bromo, Petugas Berjaga di Pos Penyekatan


					Petugas gabungan berjaga di pos penyekatan. Perbesar

Petugas gabungan berjaga di pos penyekatan.

Probolinggo – Sejak Rabu pagi (22/03/2023), kawasan Gunung Bromo ditutup bagi wisatawan. Hal ini lantaran, umat Hindu suku Tengger pada hari ini melaksanakan ritual Nyepi.

Penutupan jalur wisata Bromo ini agar umat Hindu khidmat dalam menjalankan ibadah. Sejak Rabu pagi, petugas gabungan dari Polsek Sukapura, Koramil Sukapura, Satpol PP, Linmas, dan jogoboyo menjaga pos penyekatan di Desa Wonokerto.

Penyekatan juga menggunakan barikade yang dipasang menutup jalan menuju Gunung Bromo. Meski sudah diinformasikan, namun ada saja wisatawan yang tetap naik, dan akhirnya kecewa tidak bisa melanjutkan perjalanan menuju Gunung Bromo.

“Sejak pukul 06.00, kami melakukan penutupan akses menuju Gunung Bromo, mulai dari Desa Wonokerto. Hal ini selain kesepakatan bersama, juga untuk memberikan kesempatan bagi umat Hindu melaksanakan tapa brata dengan tanpa gangguan,” ujar Sekretaris Desa Ngadas, Mulyono.

Tak hanya di Desa Wonokerto, penyekatan juga dilakukan di depan Kantor Desa Ngadas. Lokasi tersebut sebagai titik jogoboyo berkumpul sebelum dan sesudah melakukan patroli.

Ada empat pantangan umat Hindu selama melaksanakan tapa brata. Yakni, amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), amati geni (tidak menyalakan api), dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang) selama 24 jam.

“Dengan perayaan Nyepi 1945 Saka, serta berbarengan bulan Ramadhan 1444 tahun ini, semoga kita semua diberi umur panjang, dan kesehatan,” kata Mulyono. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Zainul Hasan R.

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Pedagang Terdampak Kebakaran Pasar Baru Pandaan Akan Direlokasi

29 Agustus 2025 - 17:38 WIB

Brak! Atap Kelas SMAN 1 Tiris Ambruk saat Jam Pelajaran, Puluhan Siswa Tertimpa

29 Agustus 2025 - 15:45 WIB

Bikin Geger! Ular Piton 3 Meter Masuk ke Rumah Warga di Mayangan

29 Agustus 2025 - 14:59 WIB

Kebakaran Landa Pasar Baru Pandaan, Puluhan Lapak Terbakar

29 Agustus 2025 - 04:45 WIB

Truk Muat 10 Ton Beras Tergelincir ke Sungai Bondoyudo Lumajang

28 Agustus 2025 - 18:33 WIB

DPO Curanmor Korban Ledakan Bondet di Pasrepan Meninggal Dunia

27 Agustus 2025 - 16:18 WIB

Gudang Mebel di Pasuruan Hangus, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta

26 Agustus 2025 - 14:52 WIB

Bakar-bakar Sampah Hanguskan Kandang, 4 Ekor Kambing Mati Terpanggang

24 Agustus 2025 - 19:37 WIB

Terlindas Truk Tebu, Pemotor di Jalur Pantura Pajarakan Tewas

24 Agustus 2025 - 16:12 WIB

Trending di Peristiwa