Santri Genggong Sampaikan Pesan Cinta Lingkungan Melalui Busana

Pajarakan,- Santri Pesantren Zainul Hasan Genggong Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menyampaikan pesan cinta lingkungan melalui parade recycle, yang berlangsung di halaman pesantren, Senin (27/12/21) pagi.

Adalah Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Putri SMA Zainul Hasan I, yang mempelopori parade busana dari bahan bekas ini. Dalam parade ini, sejumlah siswa perwakilan dari masing-masing kelas, ‘unjuk gigi’ menampilkan karya busana daur ulang terbaik diatas panggung.

Tema yang diusung dalam parade busana ini pun beraneka ragam. Mulai dari busana ala zamrud khatulistiwa, legenda buaya putih, pakaian khas Papua hingga pakaian tradisional Lampung.

Ketua OSIS Putri SMA Zainul Hasan Genggong, Keysa Aulia Rahma Widara menjelaskan, parade recycle merupakan acara puncak dari tujuh kegiatan FAGENISTI (Fantastic Generation of Santri) yang berlangsung sejak tanggal 25 hingga 27 Desember 2021.

“Tujuannya untuk mengembangkan kreativitas dan potensi santri dibidang non-akademik. Kan kita 15 hari yang lalu sudah ujian akhir semester satu, jadinya kita mengadakan acara ini untuk menghibur sekaligus mengembangkan potensi santri,” kata Keysa.

Dijelaskan Keysa, melalui parade recycle pihaknya ingin menyampaikan bahwa kreativitas bisa dihasilkan tidak hanya dari barang mewah. Melainkan juga bisa berasal dari lingkungan sekitar sekaligus memberdayakan potensi yang telah tersedia.

“Hanya kesulitannya karena kita tinggal di lingkungan pesantren, jadi tidak bisa mengakses (bahan daur ulang) dari luar, jadi memaksimalkan sumber daya yang ada di pesantren saja,” ujar pelajar kelas XI C ini.

JUARA: Dewan Juri, Babul Arifandhie, mengalungkan medali kepada salah satu pemenang parade recycle yang digelar OSIS Putri SMA 1 Zainul Hasan Genggong. (foto: istimewa)

Berdasarkan hasil penilaian dari CEO PANTURA7.com, Babul Arifandhie dan Juri Internal Ismawati, diperoleh tiga pemenang yang mengantongi poin tertinggi. Penilaian pemenang berdasarkan penampilan saat parade, presentasi dan kesesuaian karya dengan tema.

“Tim juri sebenarnya kesulitan untuk menentukan pemenang, karena karya adik-adik ini sudah sangat baik. Namun bagaimanapun, harus tetap kita pilih tiga yang terbaik,” papar Babul.

Baca Juga  Wow... Modal Suara, Roro Ayu Ditawar Rp 100 Juta

Melalui diskusi panjang, akhirnya tiga peserta terbaik ditetapkan. Juara pertama diraih kelas XI C yang menghasilkan busana daur ulang bertema ‘Zamrud Khatulistiwa’, lalu kelas XII C di posisi kedua dengan tema busana ‘Indonesia Beauty by Recycle’.

Di posisi ketiga, kelas X C yang mengusung tema keberanian wanita Indonesia dalam wujud buaya putih. Ketiga pemenang berhak mendapatkan medali dan trophy penghargaan.

“Selamat kepada para pemenang, semoga kreativitasnya kian terasah dan mampu memenangkan perlombaan di kompetisi yang lebih global,” pungkas Babul. (*)

Editor: Efendi Muhammad
Publisher: Albafillah

Baca Juga

Nikmatnya Makan Bersama di Padang Savana Bromo

Probolinggo – Berwisata kuliner semakin asyik jika dipadukan di tempat wisata yang panoramanya memukau. Paket …