Korban Banjir Pasrepan tak Kunjung Ditemukan, Pencarian Beralih ke Sungai Rejoso

Pasuruan,- Pencarian korban yang terseret banjir di wilayah Kecamatan Pasrepan di Sungai Winongan, Kabupaten Pasuruan, tidak membuahkan hasil. Tim gabungan dari Basarnas dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pun memutuskan menghentikan pencarian.

Dantim Basarnas Surabaya, Putra Rostya menjelaskan, penghentian pencarian di Sungai Winongan, bukan penghentian total. Melainkan mengalihkan fokus pencarian ke sungai wilayah Rejoso, yang akan dilakukan Minggu (27/11/21) besok.

“Besok pencarian dilanjutkan ke Sungai Rejoso, karena evaluasi tim di lapangan kemungkinan besar korban terbawa arus sampai ke Sungai Rejoso,” kata Putra.

Menurut Putra, dari lokasi titik awal korban terseret banjir, disinyalir korban terkena hantaman arus. Secara teori, tubuh korban akan berhenti di air yang lebih tenang.

“Kondisi sungai di Rejoso airnya tenang dan lebar sehingga lebih memungkinkan korban terbawa ke sana,” prediksinya.

Setelah terseret dan berhenti di air yang tenang, imbuh Putra, maka air akan masui ke tubuh korban sehingga dia tenggelam. Nanti jika intensitas air di dalam tubuh sudah tinggi atau sudah tidak bisa ditampung, maka tubuh korban akan mengembang dan tubuh korban akan mengapung.

Normalnya, minimal 4 hari baru tubuh korban akan muncul. Jika korban yang dalam kondisi tenggelam terkena panas matahari dalam waktu lama, maka perutnya akan mudah meletus, setelah itu tenggelam dan tidak muncul lagi.

“Apalagi jika korban sudah terbawa ke laut, karena daya perusak pori-pori tubuh manusia di air laut cenderung lebih keras,” paparnya menjelaskan.

Putra mempredksi, prosentase ditemukannya tubuh korban masih besar, yakni 75 persen, tergantung cuaca yang terjadi. Dengan cuaca musim penghujan seperti ini, intensitas air sungai itu jadi lebih tinggi.

“Bisa jadi, korban sudah ada di laut. Karena dengan pertimbangan setiap hari air dari sungai mengalir terus sehingga lebih cepat bergeser,” tandas dia.

Baca Juga  Efek Pandemi, Penghasilan Tukang Potong Rambut Terpangkas

Putra menambahkan, jika titik pencarian korban sudah bergeser ke laut, maka ia akan segera koordinasi dengan Polairud. Syukur-syukur pihak Polairud berkenan ikut membantu proses pencarian.

“Sampai saat ini kita masih belum menginfokan ke Polairud,” tambahnya.

Sesuai SOP (Standard Operating Procedure), jelas Putra, maka lama pencarian yang bisa dilakukan maksimal 7 hari. Prosedur ini tidak mempengaruhi hasil pencarian, meski nihil tetap dihentikan jika sudah melebihi sepekan.

“Akan dibuka lagi nanti jika korban ditemukan dan perlu untuk dievakuasi,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, S-D (49) warga Dusun Krajan RT 01 RW 01, Desa Pasrepan, dilaporkan hilang. Diduga ia hanyut terbawa banjir di Sungai Desa Galih, Kecamatan Pasrepan, Kamis (25/11/2021).

Korban diketahui hanyut pada saat mencari pakan burung (kroto) bersama menantunya. Kejadian itu diperkirakan berlangsung ekitar pukul 14.30 WIB hingga 15.00 WIB. (*)


Editor: Efendi Muhammad
Publisher: Albafillah

Baca Juga

Avanza Tertabrak KA di Kraton, Penumpang Tewas Seketika

Kraton,- Toyota Avanza dengan nomor polisi (nopol) N-1263-G, tertabrak Kereta Api (KA) di perlintasan kereta …