Kerap Hujan, APTI Probolinggo: Risiko Rusak Tembakau

PROBOLINGGO,- Dalam beberapa terakhir hujan sering mengguyur wilayah Kabupaten Probolinggo. Akibatnya, sebagian tanaman tembakau milik petani di beberapa kecamatan mengalami kerusakan.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Probolinggo, Mudzakkir mengatakan, hujan memang bisa mengakibatkan kerusakan terhadap tanaman tembakau. Terlebih jika hujan yang terjadi intensitasnya cukup tinggi.

“Hujan itu kan bisa mengakibatkan tanahnya basah. Kalau basahnya ini lamanya sampai 12 jam saja, 20 persen dari akar tembakau itu rusak atau busuk, bayangkan jika tanah yang ditanami tembakau basahnya sampai 24 jam,” kata Mudzakkir, Jumat (17/9/2021).

Hal itu, menurut Mudzakkir, bisa saja bertambah parah jika hujan yang terjadi durasinya cukup lama. Kerusakan bisa menyebabkan tanaman tembakau tidak berkembang lagi, termasuk tidak akan membuat daun tembakau lebar seperti biasanya.

“Kalau tanahnya basah sampai 24 jam, kerusakan akarnya sudah 35 persen. Lebih dari itu, keruakannya bisa semakin parah, tanamannya tidak akan berkembang dan tidak hanya daunnya yang layu, dahannya juga tidak bisa tinggi, bahkan bisa mati,” ujarnya.

Kondisi ini, lanjut Mudzakkir, memang risiko yang harus siap dihadapi petani tembakau. Sebab, hingga saat ini masih belum ada badan penelitian yang datpat memastikan kapan akan terjadi hujan. Bisanya, hanya bisa diprediksi.

“Ini faktor alam, bukan salah siapa-siapa. BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Red.) sekalipun prediksinya hanya bisa seminggu, tidak bisa memprediksi berbulan-bulan. Dan ini hanya prediksi, bukan kepastian,” tutur pria asal Kecamatan Krejengan ini. (*)

Editor : Ikhsan Mahmudi
Publisher : Albafillah

Baca Juga  Harga Jual Anjlok, Petambak Tahan Garam

Baca Juga

Manfaatkan Lahan BUMDes, Pedagang Pasar Nguling Segera Direlokasi

NGULING, – Pedagang yang terdampak kebakaran di Pasar Nguling, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, bakal segera …