Hebat! Remaja Difabel ini Mampu Ciptakan Lukisan Ciamik

KANIGARAN,- Mengalami keterbatasan fisik tak membuat Fakhrudin Ali Akbar (20), warga Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, kehilangan kreatifitas. Sebaliknya, fisik tak sempurna ia jadikan cambuk menjadi untuk menorehkan prestasi terbaik.

Ditemui PANTURA7.com di rumahnya, Jl. Pahlawan, Gang 5, RT/02 RW/14, Kamis (26/8/21), Akbar nampak sedang melukis. Ruang tamu rumahnya yang mungil, sebagiannya ia sulap menjadi wahana untuk menghasilkan lukisan di kain kanvas.

Tidak hanya mahir melukis di kain kanvas, anak pertama dari pasangan suami istri (Pasutri) Slamet Wijadi (53) dan Widya Nurul Layli (42) itu, juga pandai membuat sketsa, kartun bahkan mural.

“Saat bayi, Akbar ini menangis seperti bayi normal. Namun saat berusia 8 bulan, Akbar mengalami panas tinggi yang menyerang ke syaraf pendengaran. Sejak itulah, anak saya tidak bisa mendengar dan berbicara,” kata ibu Akbar, Widya Nurul Layli.

Namun siapa sangkaI, menjadi penyandang rungu dan wicara justru membuat pemompa semangat Akbar untuk berkreativitas. “Bakat menggambarnya sudah terlihat sejak masih belajar di TK,” tutur Widya.

Karena dikenal pandai melukis, remaja tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) itu sering diminta mewakili sekolahnya dalam berbagai lomba seni lukis baik tingkat daerah hingga nasional. Hasilnya tidak mengecewakan, remaja difabel itu selalu menjadi juara.

Hingga saat ini, Akbar telah menghasilkan ratusan karya lukis dimana sebagian karyanya laris terjual. Harga buah tangan Akbar, Rp50 ribu untuk sketsa dan Rp100 hingga 500 ribu dalam bentuk lukisan.

“Uang hasil penjualan lukisannya, digunakan untuk keperluan sehari-hari. Selain itu,a untuk membeli bahan kebutuhan melukis,” Widya menjelaskan.

Selama pandemi, Akbar sempat beberapa kali melamar pekerjaan di perusahaan yang bergerak di bidang desain. “Namun ditolak, bukan karena apa yang dideritanya melainkan karena kondisi yang sedang pandemi Covid-19,” ungkap Widya.

Baca Juga  Dua Motor IRT di Kraksaan Amblas Digondol Pencuri

Adik kedua Akbar, Farid menyebut, kakaknya juga kerap membuat mural di tembok-tembok gang sekitar rumahnya. Masyarakat sekitar pun senang karena gang di pemukiman mereka, kini indah berkat buah tangan Akbar.

“Saya berharap kakak saya ini dapat bekerja (di perusahaan) sesuai kemampuannya yakni menggambar. Meski memiliki keterbatasan fisik, namun hasil lukisannya bagus,” pujinya. (*)

 

 

Editor: Efendi Muhammad

Publisher: A. Zainullah FT

Baca Juga

Semarak Peringatan HUT RI di Kota Probolinggo, Topi Korona Hingga Pengibaran Bendera Raksasa

PROBOLINGGO,- Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI menggema di Kota Probolinggo. Ragam cara dilakukan masyarakat, …