Suasana kawah Gunung Bromo yang masih banyak diminati wisatawan. (Foto : istimewa)

Eloknya Bromo, Kembali Berselimut Salju

SUKAPURA,- Fenomena frozen atau embun salju di area Gunung Bromo Probolinggo, kembali terjadi. Sayangnya, fenomena rutin yang terjadi sejak lima tahun terakhir ini tidak bisa dinikmati wisatawan karena objek wisata Bromo sedang ditutup.

Kepala Seksi Wilayah 1 Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) Sarmin membenarkan ada frozen atau bun upas di kawasan Gunung Bromo. Namun, frozen yang terbentuk masih tipis.

Sarmin menyebut, kemunculan frozen di Gunung Bromo juga dipengaruhi oleh cuaca ekstrim memasuki musim kemarau. Biasanya, puncak ketebalan Frozen terjadi jika cuaca sudah minus hingga 4 derajat selsius.

“Sudah muncul, namun frozen belum tebal. Diperkirakan, pada bulan Agustus frozzen yang terjadi di Gunung Bromo akan bagus dan tebal,” ujar Sarmin, Selasa (20/7/21).

Saat ini, dikatakan Sarmin, suhu di Gunung Bromo masih berada di kisaran 12 derajat selcius. Selain itu, masih sering tertutup mendung sehingga, fenomena frozen masih belum terbentuk secara maksimal.

Sarmin berharap, lonjakan kasus Covid-19 dapat teratasi dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat tidak diperpanjang.

Dengan demikian, objek wisata Gunung Bromo dapat segera dibuka kembali bagi wisatawan, termasuk bagi pengunjung yang ingin melihat eksotika frozen bromo.

“Kemunculan frozen yang sudah terjadi sejak beberapa hari ini belum bisa dinikmati pengunjung. Namun saya berharap, di bulan Agustus yang menjadi puncak terjadinya frozen, sudah dapat dinikmati wisatawan,” imbuh Sarmin.

Sebagaimana ketahui, objek Gunung Bromo ditutup total sejak tanggal 3 Juli 2021 seiring pemberlakuan PPKM Darurat. Pembukaan kembali objek wisata internasional itu bergantung kebijakan pemerintah soal PPKM Darurat. (*)

Editor: Efendi Muhammad
Publisher: Albafillah

Baca Juga  Waspada! Hujan Deras dan Angin Kencang Masih Mengancam

Baca Juga

Memasak Sambil Isi Bensin, Perempuan di Maron Tewas Terbakar

MARON,- Musmiati (50), ibu rumah tangga (IRT) asal Desa Brani Kulon, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo …