Dampak PPKM Darurat, Terminal Bayuangga Melompong

KADEMANGAN,- Sejak diterapkannya Pemeberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, penumpang bus di terminal Bayuangga, Kota Probolinggo, mengalami penurunan. Alhasil, suasana terminal yang biasanya ramai kini melompong.

Kepala UPT Terminal Bayuangga Probolinggo, Budi Harjo mengatakan, data penumpang terakhir, Jum’at (9/7/21) keberangkatan penumpang bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dari terminal Bayuangga sebanyak 425 penumpang dengan bus yang berangkan sebanyak 137 bus.

Sedangkan jumlah bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) sebanyak 5 penumpang, dengan bus yang berangkat hanya 3 unit bus.

Sementara, kedatangan penumpang bus AKDP di terminal Bayuangga sebanyak 194 penumpang dengan jumlah bus sebanyak 146 bus. Lalu, kedatangan penumpang bus AKAP yakni 0 penumpang dengan 3 bus yang datang.

“Sejak diterapkannya PPKM Darurat, jumlah penumpang baik yang datang maupun yang berangkat turun sebanyak 50 persen. Kondisi ini akan terus berlangsung hingga berakhirnya PPKM Darurat,” ujar Budi Harjo, Sabtu (10/7/21).

Selain karena PPKM Darurat, imbuh dia, faktor lain yang membuat jumlah penumpang anjlok adalah aturan yang mewajibkan penumpang dengan tujuan sejauh 250 kilometer (KM) atau selama 4 jam perjalanan, wajib menunjukkan surat rapid antigen atau swab.

Selain itu, penumpang juga harus menunjukkan surat sudah menjalani vaksinasi, minimal vaksinasi tahap pertama. Ketentuan itu juga berlaku bagi kru bus.

“Kondisi ini seperti saat Idul Fitri, dimana masyarakat dilarang bepergian, sehingga banyak bus yang kosong. Tak jarang bus yang kembali ke garasi lantaran tidak ada penumpang yang naik dari terminal Bayuangga,” cetusnya. (*)

Editor: Efendi Muhammad
Publisher: Albafillah

Baca Juga  Kondisi Membaik, Bayi Kembar Siam Asal Lumbang Dipulangkan

Baca Juga

Memasak Sambil Isi Bensin, Perempuan di Maron Tewas Terbakar

MARON,- Musmiati (50), ibu rumah tangga (IRT) asal Desa Brani Kulon, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo …