Picu Macet, Puluhan Lapak di Pasar Semampir Ditertibkan

KRAKSAAN,- Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo menertibkan puluhan lapak pedagang di Pasar Semampir, Selasa (15/6/2021). Penertiban dikarenakan keberadaan lapak-lapak itu sering mengakibatkan kemacetan.

Ada sebanyak 28 lapak (los) berbagai pedagang di Pasar Semampir yang ditertibkan dan direlokasi ke dalam pasar. Penertiban itu, lantaran pihak penegak Peraturan Daerah (Perda) itu geram setelah mereka diingatkan berkali-kali.

Kasi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib), Satpol PP Kecamatan Kraksaan, Heri Dariyanto mengatakan, dari 28 itu yang diterbitkan dan direlokasi sejatinya milik pedagang yang berjualan di jadwal malam dari sekitar pukul 00-00 sampai pukul 7.00 pagi.

“Sudah berkali-kali diperingatkan agar setelah berjualan itu dirapikan lagi demi menghindari macet di jalan pasar. Tapi malah dibiarkan, jadi setelah berjualan lapaknya ditinggal pulang pemiliknya, mau tidak mau ya kami pindahkan,” kata Heri.

Sebagai efek jeranya, lanjut Heri, nantinya pemilik lapak yang dipindahkan akan dipanggil ke Kantor Kecamatan Kraksaan. Tujuannya sebagai efek jera dan bisa mau merapikan lapak jualannya jika sudah pergantian jam berjualan.

“Kalau kami biarkan, tentunya di jalan Pasar Semampir akan terus macet jika pagi hari. Beberapa waktu lalu ini sempat teratur lagi dan meskipun pagi hari tetap tidak macet, tapi sekarang malah kambuh lagi pedagangnya,” ungkap Heri.

Sementara itu, Koordinator Pasar Semampir, Joeli Santoso mengatakan, pihaknya juga sering menegur para pedagang agar kembali ke lapak jualannya di dalam pasar. Sebab, mereka sejatinya sudah memiliki tempat jualan di dalam pasar.

“Tidak apa-apa kalau mau berjualan di luar pasar, tapi setidaknya jam enam pagi harus balik lagi ke tempat jualannya. Sudah, sudah sering kami tegur, agar tidak berjualan di luar saat aktivitas warga di pagi hari,” tutur Joeli saat ditemui di Pasar Semampir.(*)

Baca Juga  Dikatai Maling, Lurug Kantor Dispendik

Editor : Ikhsan Mahmudi
Publisher : Albafillah

Baca Juga

Memasak Sambil Isi Bensin, Perempuan di Maron Tewas Terbakar

MARON,- Musmiati (50), ibu rumah tangga (IRT) asal Desa Brani Kulon, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo …