Menu

Mode Gelap
Gerakan Solidaritas untuk Affan Kurniawan, Penegakan Keadilan hingga Salat Ghaib Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan Jelang Konfercab NU Kraksaan, Nahdliyin Mulai Suarakan Uneg-unegnya Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan Kisah Pilu Guru Honorer di Jember; Tempuh Jarak 13 KM, Wafat Usai Melahirkan Dulu Hanya Makan Sekali Sehari, Kini Siswa SD Ini Bisa Makan Dua Kali Berkat Program MBG

Peristiwa · 19 Mei 2021 17:32 WIB

Lima Bulan, Puluhan Pengendara Tewas di Jalur Pantura


					Lima Bulan, Puluhan Pengendara Tewas di Jalur Pantura Perbesar

PROBOLINGGO,- Sebanyak 160 kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) yang terjadi sejak Januari hingga Mei 2021. Dari 160 kasus tersebut dilaporkan sebanyak 221 korban mulai, luka ringan, berat hingga meninggal dunia.

Terinci, 75 korban mengalami luka ringan (LR) dan 46 meninggal dunia (MD) dan untuk luka berat (RB) masih zero dari berbagai profesi yang didominasi swasta.

Sementara kendaraan yang terlibat kecelakaan ada lima, yakni 193 sepeda motor, 16 mobil penumpang umum (MPU), 33 mobil barang, dan 2 bus. Sedangkan untuk kendaraan khusus dari awal tahun hingga saat ini terdata nihil.

“Pada tiap bulannya, kendaraan yang terlibat kecelakaan didominasi oleh roda dua dengan angka paling tinggi pada April lalu sebanyak 54 kendaraan disusul mobil barang,” kata Kanitlaka Satlantas Polres Probolinggo, Iptu Nyoman Harayasa, Rabu (19/5/2021).

Sementara itu, lanjut Nyoman, untuk jenis kecelakaannya, itu didominasi oleh kecelakaan depan samping dengan 33 kejadian, lalu adu moncong 28 kejadian dan tabrak depan belakang ada 20 kejadian kemudian kecelakaan samping-samping 31 kejadian.

“Untuk lokasi kejadian kecelakaan sendiri, tertinggi angka kecelakaan terjadi di jalan nasional atau pantura, total ada 79 kejadian. Sedangkan untuk jalan kabupaten atau daerah itu ada 72 kejadian,” ungkap perwira asal Pulau Bali ini.

Dari kejadian tersebut, Nyoman mewanti-wanti agar para pengendara lebih meningkatkan kewaspadaan dan tidak terburu-buru serta mentaati peraturan lalu lintas. Hal itu, kata dia, demi keselamatan dan sebagai salah satu upaya mencegah kecelakaan.

“Salah satunya jika berkendara merasa capek, mengantuk atau sebagainya alangkah baiknya berhenti atau menepi sejenak, kalau sudah kondisi pulih, bisa dilanjutkan lagi. Karena kecelakaan terjadi banyak disebabkan kelalaian pengedara,” tutup dia.(*)

Editor : Ikhsan Mahmudi
Publisher : Albafillah

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Pedagang Terdampak Kebakaran Pasar Baru Pandaan Akan Direlokasi

29 Agustus 2025 - 17:38 WIB

Brak! Atap Kelas SMAN 1 Tiris Ambruk saat Jam Pelajaran, Puluhan Siswa Tertimpa

29 Agustus 2025 - 15:45 WIB

Bikin Geger! Ular Piton 3 Meter Masuk ke Rumah Warga di Mayangan

29 Agustus 2025 - 14:59 WIB

Kebakaran Landa Pasar Baru Pandaan, Puluhan Lapak Terbakar

29 Agustus 2025 - 04:45 WIB

Truk Muat 10 Ton Beras Tergelincir ke Sungai Bondoyudo Lumajang

28 Agustus 2025 - 18:33 WIB

DPO Curanmor Korban Ledakan Bondet di Pasrepan Meninggal Dunia

27 Agustus 2025 - 16:18 WIB

Gudang Mebel di Pasuruan Hangus, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta

26 Agustus 2025 - 14:52 WIB

Bakar-bakar Sampah Hanguskan Kandang, 4 Ekor Kambing Mati Terpanggang

24 Agustus 2025 - 19:37 WIB

Terlindas Truk Tebu, Pemotor di Jalur Pantura Pajarakan Tewas

24 Agustus 2025 - 16:12 WIB

Trending di Peristiwa