Pusat Perbelanjaan Mulai Sesak, Pengelola Diminta Perhatikan Prokes

PROBOLINGGO,- Mendekati Hari Raya Idul Fitri 1442 H, sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Probolinggo mulai dipadati oleh warga. Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo mengimbau, pusat perbelanjaan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Pantauan PANTURA7.com, pusat perbelanjaan sepanjang Jl. dr. Sutomo, Kecamatan Mayangan, sejak 2 hari terakhir disesaki warga, yang ingin belanja kebutuhan lebaran. Ironisnya, beberapa pengunjung terlihat tak bermasker.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Probolinggo, Ahmad Sudiyanto menuturkan, dengan fenomena ini maka protokol kesehatan harus diperketat. Pemilik usaha wajib menerapkan protokol kesehatan di tempat usahanya.

Mulai dari menyediakan tempat cuci tangan bagi pengunjung, hand sanitizer, serta meminta pemgunjung untuk memakai masker. Tak lupa, pengunjung yang datang juga harus dibatasi minimal 50 persen dari kapasitas tempat serta menyediakan ruang tunggu.

“Meskipun fenomena ini terjadi terjadi tiap tahun, kita berharap pengelola pusat perbelanjaan turut membantu memutus penyebaran Covid-19, setidaknya dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” kata Sudiyanto, Selasa (4/5/21).

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Satpol PP kota Probolinggo, Aman Suryaman. Ia mengatakan, pengelola pusat perbelanjaan wajib mematuhi protokol kesehatan (prokes). Jika tidak, Satgas Covid-19 tidak segan-segan melakukan tindakan.

“Kita berharap, selain penerapan protokol kesehatan, juga ada pembatasan jam buka, maksimal sampai pukul 21.00 WIB. Jika ada yang buka lebih dari jam itu, petugas akan mengingatkan, jika membandel ada mekanisme yang akan didapat pengelola,” ancamnya.

Sementara, Manajer Store Area salah satu pusat perbelanjaan di Jl. dr. Sutomo, Sri Lestari mengaku bahwa beberapa hari ini lonjakan pengunjung meskipun belum signifikan. Ia mengaku, penerapan protokol kesehatan telah dilakukan, bahkan sejak awal pandemi lalu.

“Memang ada kenaikan jumlah pengunjung. Tentu kita akan terus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, juga dengan menyiagakan petugas keamanan yang memantau pengunjung,” terang Sri Lestari. (*)

Baca Juga  Probolinggo Jadi Kabupaten Termiskin ke 4, Bupati Tantri Kumpulkan Kades

Editor : Efendi Muhamad
Publisher : Albafillah

Baca Juga

Jasa Penukaran Uang Baru Menjamur, Kompensasi 10 Persen

MAYANGAN,- Mendekati lebaran, jasa penukaran uang baru kian menjamur di Kota Probolinggo. Salah satunya terlihat …