TOSARI-PANTURA7.com, Tanah longsor melanda dua Desa di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Akibatnya, jalan utama desa sempat terisolir dan rumah warga amblas.

Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Ridwan Harris mengatakan, tanah longsor di Kecamatan Tosari terjadi di Dusun Kertoanom, Desa Tosari, dan Desa Baledono.

“Tanah longsor terjadi kemarin dan hari ini. Kalau yang kemarin, menimpa jalan utama di Desa Baledono. Hari ini, tanah longsor terjadi di Desa Tosari,” ungkap Haris, Sabtu (20/2/2021).

Menurut Haris, longsor di Dusun Kertoanom, Desa Tosari, terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Musibah itu menyebabkan satu rumah warga milik Mujianto amblas pada bagian belakang rumah.

“Tapi pemilik rumah selamat, tidak ada korban jiwa,” kata Haris.

Untuk sementara, papar Haris, korban dan keluarganya dievakuasi ke salah satu rumah warga, tak jauh dari rumah korban. Sebab, menurut Haris, rumah korban tidak bisa ditempati karena sebagian rumahnya amblas.

“Separuh rumahnya longsor, krena membahayakan jadi sementara ikut ke rumah warga lain,” imbuhnya menjelaskan.

Pada Jum’at kemarin, ulas Haris, longsor terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Longsor itu terjadi di jalan utama menuju Gunung Bromo, tepatnya di Desa Baledono.

Musibah itu menyebabkan akses jalan terputus lantaran badan jalan tertutup material longsoran. Tidak hanya jalan utama, jalan lingkungan juga sempat tertimbun tanah.

“Alhamdulillah sekarang sudah bisa dilewati, kemarin pemerintah kecamatan bersama warga membersihkan tanah longsor dengan menggunakan dua gergaji mesin, genset juga kami siapkan disana, jadi langsung bisa dibersihkan,” bebernya.

Haris mengimbau, warga di kawasan lereng Gunung Bromo itu meningkatkan kewaspadaan akan potensi tanah longsor. Apabila menemukan perengan yang retak maupun terlihat membahayakan, warga diminta untuk melapor ke perangkat desa.

Baca Juga  Banjir Bandang Terjang Tiris, 4 Desa Tergenang

“Warga diharapkan waspada, apabila menemukan perengan jalan yang retak atau membahayakan, segera menghubungi perangkat desa, agar bisa ditangani dan tidak menimbulkan kerugian,” imbau Haris. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT