KRAKSAAN-PANTURA7.com, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bakal memberlakukan kerja jarak jauh atau Work Form Home (WFH) bagi Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), karyawan dan karyawati yang bedinas di Kantor Bupati Probolinggo, di Jl. Panglima Sudirman, Kota Kraksaan.

Juru Bicara (Jubir) Pelaksana Satuan Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, dr. Dewi Vironica mengatakan, WFH bagi pegawai itu berlaku selama 10 hari, terhitung mulai Sabtu (5/12/2020) hingga Senin (15/12/2020) depan.

“Karena banyak (pegawai) OPD terkonfirmasi Covid-19, sehingga diberlakukan WFH untuk menghindari kontak dalam satu kantor,” kata dr. Dewi Vironica kepada PANTURA7.com, Jum’at (4/12/2020).

Selama WFH diberlakukan, terang Viro, maka Kantor Bupati Probolinggo akan ditutup sementara atau ‘lockdown’. Selain itu, Satuan Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo akan melakukan swab massal.

“WFH ini bertujuan untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Probolinggo. Jadi untuk mencegah klaster perkantoran di lingkungan Pemkab Probolinggo,” urai dokter berparas elok ini.

Viro menyebut, dalam 2 pekan ini sedikitnya ada 39 orang pegawai di jajaran Pemkab Probolinggo yang terpapar Covid-19. Dua orang diantaranya sudah menjalani perawatan, sedangkan sisanya masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Bagi karyawan yang sedang menjalani WFH lalu didapati gejala, kami anjurkan untuk langsung ke puskesmas terdekat. Nantinya akan di-swab jika memiliki kontak erat dengan pegawai yang terkonfirmasi Covid-19, jika tidak ya hanya di rapid test,” ungkapnya.

Sekedar informasi, kasus Covid-19 di Kabupaten Probolinggo sejauh ini sudah mencapai 1678 orang. Rinciannya, 132 orang dirawat, 1452 pasien sembuh dan 94 orang meninggal dunia. Sedangkan kasus suspect 45, Probable 19 dan Discarded 304. (*)

Baca Juga  8 Desa di Tongas Segera Nikmati Jargas

Editor : Efendi Muhamad
Publisher : A. Zainuĺlah FT