WONOASIH-PANTURA7.com, Begal sepeda motor kembali beraksi di Kota Probolinggo, Kamis pagi (26/11/2020). Kali ini, korbannya Mahasisiwa bernama Dwi Subekti Wicaksono (20), warga RT 04/RW02, Dusun Tulusrejo 1, Desa Tempeh Lor, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang.

Saat itu korban berboncengan dengan Tasya Salsabila (20) warga RT 31/RW 11, Dusun Tukum Kidul, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang.

Motor korban, Honda Type P5E02R22M1 MT, Nopol N-4285-YAF dibawa kabur pelaku. Sebelumnya, pelaku sempat berduel dengan begal demi mempertahankan motor tersebut.

Pelaku yang membawa pisau penghabisan melukai korban di bagian punggung sebelah kiri dan pundak sebelah kanan. Korban yang melawan sendirian harus merelakan sepeda motor satu-satunya yang dimiliki dibawa kabur pelaku.

Korban yang ditemui di Puskesmas Wonoasih mengatakan, peristiwa yang dialaminya berawal saat Dwi dan Tasya berangkat dari Tempeh, Lumajang , Kamis dinihari sekitar pukul 03.00. “Kami berdua hendak kuliah di Surabaya, makanya berangkat dini hari dari Lumajang,” kata Dwi.

Sekira pukul 04.30, motor Dwi melintasi Jembatan Kedunggaleng, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Saat itu tiba-tiba, motor korban dipepet motor Yamaha Vixion yang dinaiki dua orang.

Salah satu pelaku langsung mencabut kunci kontak motor korban sehingga sepeda motor terhenti. Kedua pelaku langsung menghampiri korban dan menyuruh menyerahkan kendaraannya,. Namun karena korban melawan sehingga pelaku membacok punggung kiri dan pundak kanan Dwi.

Dwi yang terluka lalu meminta bantuan warga sekitar. Namun karena suasana jalan sepi, tidak ada warga yang mendekat. Dua pelaku akhirnya berhasil membawa kabur motor Dwi.

Akhirnya ada pengendara lain yang menolong Dwi dan membawanya ke Puskesmas Wonoasih. Dwi kemudian dirujuk ke RSUD dr Mohamad Saleh, Kota Probolinggo.

Baca Juga  Kampung Tangguh Asabri Mampu Produksi APD

Kapolsek Wonoasih, Kompol Kuzaini membenarkan terjadinya kasus begal motor di wilayahnya. “Korban mengalami luka bacok pada punggung kiri dan pundak kanan. Kerugian materiil sekitar Rp20 juta,” ujarnya. (*)


Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Rizal Wahyudi