KADEMANGAN-PANTURA7.com, Tim Penyidik Polres Kota Probolinggo mendatangi kediaman Suryo Tiwani (75) untuk dimintai keterangan, Selasa sore sekira pukul 15.30 WIB (30/6/2020).

Hal ini lantaran Mbok Suryo, panggilan akrabnya, tidak bisa melihat dan tidak kuat berjalan. Dehingga jajaran Polresta “mengalah” dengan mendatangi kediamannya di Jalan Ijen RT 2 RW 1, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan.

Turut hadir penasehat hukum Mbok Suryo, SW. Djando Gado Hoka.Tampak puluhan warga sekitar juga ikut hadir dalam rangka memberikan dukung moral kepada keluarga Mbok Suryo.

Djando mengaku, mengapresiasi langkah-langkah progres yang diambil jajaran Polresta terkait laporan dari Ester (22) cucu Mbok Suryo. Yakni dengan mendatangi kliennya langsung ke rumahnya, melihat kondisi kliennya yang sangat tidak dimungkinkan untuk hadir langsung ke Mapolresta.

“Tadi sudah dijelaskan oleh Ibu Suryo sendiri bahwa semenjak tahun 2018 sampai 2019 tidak pernah menerima uang itu,” katanya.

Tidak hanya itu, alumnus Fakultas Hukum UPM ini Rabu besok akan melaporkan Lukman Hakim (Pendamping Aslut Kelurahan Pilang) dalam kasus yang sama.

Disebutkan, Supina (75) warga RT 5 RW 1, kelurahan setempat juga mengalami hal yang sama yaitu persoalan bansos Aslut dengan dugaan sementara pelaku yang sama.

Sementara itu secara terpisah Kasatreskrim Polresta Probolinggo, AKP Heri Sugiono mengatakan, pihaknya masih mencari bahan keterangan lainnya termasuk informasi ada 12 orang yang juga menjadi korban bansos Aslut bermasalah.

“Sampai hari ini masih satu orang yang laporan, mungkin ada yang menjadi korban lagi agar datang ke Polres untuk melengkapi alat bukti kami,” tandasnya.

Sejumlah wartawan juga mencoba mendatangi langsung Dinas Sosial Kota Probolinggo untuk meminta informasi terkait penerima ASLUT di Kota Probolinggo. Namun Kepala Dinsos sedang rapat evaluasi realisasi anggaran selama dua hari di Situbondo.(*)

Baca Juga  Lapas Probolinggo Dilempari Ganja dan Ribuan Pil Keras


Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Rizal Wahyudi