PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Kebakaran hutan di selatan Jalan Pantura perbatasan Probolinggo-Situbondo terbakar. Kebakaran diperkirakan terjadi sejak tadi siang. Hingga kini api masih tetap menyala.

pada Jumat malam, 11 Oktober 2019. Hingga pukul 21.30 WIB, api mulai merembet mendekati Jalan Raya Pantura di timur PLTU Paiton.

Pantauan PANTURA7.com, hingga saat ini api masih terlihat jelas dari gapura perbatasan Probolinggo-Situbondo. Bahkan, asap mulai mengarah ke jalan raya sehingga mengganggu para pengendara yang melintas.

Husein Taufik, seorang pengendara asal Desa Betek, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo mengatakan, asap api sudah mulai mengarah ke Jalan Raya Pantura dan menutupi pandangan para pengguna jalan

“Saya perjalanan dari arah Paiton menuju Banyuwangi. Tapi sesampinya di kawasan Puncak atau mendekati perbatasan, suasana jalan sudah dipenuhi kabut asap,” kata Husen, Jum’at (11/10).

Adanya asap yang mengganggu pandangan, menurut pria kelahiran tahun 1996 ini, makin membuat pengendara was-was. Hal tersebut lantaran penerangan yang berada di puncak timur Perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton juga minim.

“Penerang jalan saja yang sudah minim membuat saya was-was, apalagi ditambah adanya asap. Jadi saya terpaksa berhenti, karena setelah melintasi asap, mata terasa perih,” ujar pria berkumis tipis ini.

Sementara, menurut Yusuf (38) salah seorang warga sekitar mengatakan, kalau kebakaran sudah terlihat sejak siang tadi. Akan tetapi tidak terlalu besar, sebelum akhirnya merembet ke arah barat.

“Kalau melihat cuaca sekarang, diperkirakan api bakal terus merembet. Bahkan bisa jadi akan sampai ke pemukiman dan PLTU,” terang Yusuf seusai kebakaran dari pinggir jalan perbatasan.

Sekedar informasi, kebakaran diketahui dari kawasan RPH Banyuglugur, Situbondo. Api terus membesar karena angin. Terlebih, tumbuhan di kawasan hutan tersebut dominan kering. Hingga berita ini ditulis, api masih tetap menyala. (*)


Penulis : Moh Ahsan Faradies
Editor : Efendi Muhammad