PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Tumpukan sampah yang mengendap di kali, kembali mengusik ketenangan warga di Kabupaten Probolinggo. Selain tak elok dipandang, tumpukan sampah tersebut memutus fungsi kali sebagai saluran air pencegah banjir.

Tumpukan sampah itu terlihat di aliran kali sepanjang Dusun Kramatjati sampai Dusun Krajan, Desa Selogudig Kulon, Kecamatan Pajarakan. Tumpukan sampah di kali yang berada ditengah pemukiman warga itu mengular hingga sekitar 500 meter.

Pantauan PANTURA7.com, Rabu (9/10), tumpukan sampah tak hanya berupa limbah rumah tangga namun juga popok bayi. Sebagian, popok bayi tersebut terbungkus plastik dan mengendap di dasar kali, yang hanya menyisakan sedikit air.

“Ya terganggu sekali, kalau musim hujan tiba bisa-bisa disini banjir. Kali ini nyambung dengan Desa Brani Wetan, tapi disebelah selatan kalinya tidak ada sampah,” keluh salah seorang warga setempat, Hasan.

Menurut Hasan, warga sudah usul ke pemerintah desa (Pemdes) agar menyediakan tempat sampah, Tempat Pembuangan Akhir (TPA), hingga sosialisasi ke masyarakat dan penanganan Bank Sampah yang bisa dikelola BUMDes. Tetapi sejauh ini belum ada respons positif dari pemdes.

“Kata pihak pemdes sudah ada tempat sampahnya, tapi sampai sekarang belum terlihat,” Hasan menegaskan.

Sementara Kepala Desa Selogudik Kulon, Hendra, saat dikonfirmasi via sambungan seluler memilih tak memberikan penjelasan terkait keluhan warga tersebut.

Sekedar informasi, tumpukan sampah sebelumnya juga terlihat di Kali Rayati Kecamatan Besuk, pekan lalu. Tumpukan sampah yang mayoritas popok bayi tersebut lalu dibersihkan seiring banyaknya keluhan dari warga. (*)


Penulis : Moch. Rochim
Editor : Efendi Muhammad