Lumajang,- Kebahagiaan tak bisa disembunyikan dari wajah Rehan Zaki Pratama, peternak muda asal Desa Karangsari, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang.

Di usia yang masih muda, perjuangan merawat sapi selama bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil manis setelah sapi peliharaannya dibeli Presiden RI Prabowo Subianto untuk hewan kurban Idul Adha 1447 H.

Bagi Rehan, momen tersebut bukan sekadar transaksi jual beli hewan ternak. Di balik keberhasilan itu, tersimpan kisah untuk tetap bertahan menekuni dunia peternakan meski dirinya sempat putus sekolah.

“Alhamdulillah saya senang banget, soalnya cita-cita saya sampai sekarang bisa sampai dibeli oleh Pak Presiden. Tentunya saya bangga banget,” kata Rehan saat ditemui di kandang sapinya, Sabtu (23/5/26).

Di kandang sederhana milik keluarganya itu, sapi berukuran jumbo tampak berdiri kokoh. Tubuhnya besar dengan postur kokoh khas sapi jenis Simental Cross. Siapa sangka, sapi tersebut menjadi perhatian masyarakat setelah dipilih sebagai hewan kurban Presiden.

Rehan mengaku mulai serius menekuni usaha ternak sapi sejak tiga tahun terakhir. Awalnya, ia membantu ayah merawat sapi milik keluarga. Dari situlah ketertarikannya pada dunia peternakan mulai tumbuh.

Meski demikian, perjalanan menjadi peternak sapi tidak selalu berjalan mudah. Rehan harus menghadapi berbagai tantangan, terutama saat merawat sapi berbobot besar yang membutuhkan perhatian ekstra setiap hari.

“Kalau keluh kesah ternak sapi besar memang susah. Kadang sapi malas makan, kadang senang makan. Jadi ya dinikmati saja,” bebernya.

Konsistensi jadi Kunci

Menurut Rehan, konsisten menjadi kunci utama dalam merawat sapi. Setiap hari dirinya harus memastikan kondisi kesehatan ternak tetap baik, mulai dari pola makan hingga kebersihan kandang.

Untuk menjaga kondisi sapi tetap prima, ia memberikan pakan khusus berupa ampas tahu, konsentrat, dan pakan campuran atau comboran. Pemberian pakan dilakukan secara rutin sejak pagi hingga malam hari.

“Kalau pakannya pakai ampas tahu, konsentrat, sama comboran,” ucapnya.

Sapi milik Rehan diketahui telah berusia lebih dari tiga tahun. Dalam masa perawatan tersebut, sapi tumbuh dengan sangat baik hingga memiliki bobot lebih dari satu ton.

Keberhasilan sapi miliknya dibeli Presiden pun menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga Rehan. Terlebih, ia mengaku tidak pernah membayangkan sapi yang dirawat penuh kesabaran itu akhirnya dilirik orang nomor satu di Indonesia.

“Saya dulunya putus sekolah, lalu sama bapak dibelikan sapi sampai sekarang akhirnya dibeli Pak Presiden,” ujarnya.

Meski tampak tegar, Rehan sebenarnya berat melepas sapi kesayangannya. Sebab selama bertahun-tahun, ia telah memiliki ikatan emosional yang begitu kuat dengan hewan ternak tersebut.

Baginya, sapi bukan hanya aset ekonomi atau sumber penghasilan keluarga. Lebih dari itu, sapi sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga sendiri.

“Ya sayang banget sama sapi ini. Sudah saya anggap keluarga sendiri. Meski cuma sapi jangan disepelekan,” katanya.

Bahkan, hampir setiap malam dirinya selalu menyempatkan datang ke kandang hanya untuk memastikan kondisi sapi dalam keadaan baik.

“Setiap malam saya lihat, sudah tidur apa belum, gimana kondisinya. Jadi benar-benar dekat,” ucapnya.

Selama merawat sapi tersebut, Rehan mengaku tidak pernah mengalami kendala kesehatan serius. Hanya saja, tantangan terbesar adalah menjaga nafsu makan sapi agar tetap stabil setiap hari.

“Kalau sakit tidak pernah. Cuma kadang nafsu makannya enak, kadang enggak,” tuturnya.

Diapresiasi Bupati

Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan sapi kurban Presiden tahun ini memiliki ukuran lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Bahkan bobotnya kini mencapai lebih dari satu ton.

“Tahun lalu sapinya tidak sampai satu ton, sekarang beratnya satu ton lebih,” kata Indah.

Menurut dia, dua minggu lalu berat sapi tersebut sudah mencapai sekitar 1,44 ton dan diperkirakan terus bertambah hingga mendekati Hari Raya Idul Adha.

“Nanti H-1 kami serahkan ke Masjid Nurul Falah yang ada di Pasar Baru. Kalau tahun kemarin di Masjid Mahfud, sekarang gantian di Masjid Nurul Falah,” pungkasnya. (*)

Editor: Mohammad S

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.