Lumajang, – Meski PT Pertamina Patra Niaga mengklaim telah menambah pasokan LPG 3 kilogram sebanyak 18 ribu tabung di Kabupaten Lumajang, warga masih mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas bersubsidi ini.
“Tambahan extra dropping sebanyak 18 ribu tabung atau sekitar 45,8 persen dari kebutuhan normal penyaluran difokuskan untuk wilayah Lumajang,” kata Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi melalui keterangan tertulis, Selasa (7/4/2026).
Ahad memastikan penyaluran di lembaga distribusi tetap berjalan normal. “Kebutuhan LPG masyarakat dapat terpenuhi sekaligus memperkuat stok di pangkalan,” tambahnya.
Ahad menyampaikan, isu kelangkaan muncul karena tingginya kebutuhan rumah tangga dan UMKM, serta informasi yang belum terverifikasi memicu pembelian tidak wajar.
“Kami akan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk menjaga ketersediaan stok elpiji subsidi di Kabupaten Lumajang,” jelasnya.
Namun, kenyataan di lapangan berbeda. Salah seorang pemilik pangkalan di Kelurahan Citrodiwangsan, yang enggan disebut namanya, mengaku hanya menerima 15 tabung per minggu sejak pertengahan Ramadan.
“Kalau 10 atau 12 tabung sehari masih wajar. Ini 15 tabung seminggu, begitu datang belum setengah jam sudah habis,” ujarnya.
Sebelumnya, ia menerima 20-25 tabung per minggu. Terbatasnya pasokan membuat ia terpaksa mencopot plakat pangkalan yang sebelumnya mencantumkan 100 tabung agar tidak menimbulkan protes.
“Kalau 100 tabung baru antre, ini cuma 15, baru tadi pagi dikirim sudah habis,” katanya.
Pemilik pangkalan juga menduga adanya oknum pengiriman yang menjual sebagian elpiji langsung ke masyarakat dengan harga lebih tinggi.
“Kalau jual di pangkalan kan lebih murah pembeliannya. Tapi kalau di luar bisa lebih tinggi, jadi kayak dilelang,” katanya. (*)













